Bangun Pabrik Uang Logam Peruri Gandeng Korporasi Amerika Jarden Zinc

Bangun Pabrik Uang Logam Peruri Gandeng Korporasi Amerika Jarden Zinc

WinNetNews.com - Bakal dibangun fasilitas pabrik blank coin dengan nilai investasi mencapai US$30 juta, oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia atau Peruri menggandeng Jarden Zinc & Product, produsen uang logam berbasis di Amerika Serikat.

Setelah terealisasi, pabrik blank coin tersebut akan menjadi fasilitas pertama dan satu-satunya yang berada di luar Amerika Serikat, hal ini dikemukakan oleh Direktu Utama Peruri, Prasetio. Direktu Utama Peruri, Prasetio, lansir Bisnis,Rabu (28/10/2015), Mengatakan "Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap di Kawasan Produksi Peruri Karawang. Kerja sama ini menjadikan Indonesia negara kedua setelah Amerika Serikat yang memiliki pabrik blank coin."

Selain itu, lanjut Prasetio, perseroan juga memperoleh pengalaman dan reputasi sebagai produsen blank coin dengan lisensi untuk menggunakan Jarden Zincsecure Technology.

Sekedar diketahui, Jaden Zinc Products adalah salah satu anak perusahaan Jarden Corporation. Jarden Corporation adalah public company yang terdaftar di New York Stock Exchange (NYSE), Amerika Serikat. Perusahaan ini menghasilkan strip product, cathodic product dan coinage product dengan bahan baku "Zinc".

 

Jarden Zinc Product saat ini adalah pemasok khusus bagi logam uang pecahan satu sen Amerika Serikat, disamping sebagai pemasok untuk 20 negara lainnya. Data terakhir mencatat pendapatan perusahaan sebesar US$8 miliar.

Di sisi lain, kerja sama itu kedepannya akan lebih mendongkrak kinerja pendapatan perseroan. Pada kuartal III/2015, pendapatan bersih Peruri secara konsolodasian mencapai Rp 2,17 triliun, naik 26,13% dibandingkan periode yang sama tahun lali yang mencapai Rp 1,72 triliun.

Laba usaha pada kuartal III/2015 mencapai Rp. 372,50 miliar, naik 42,14 % dibandingkan periode yang sama 2014 yang mencapai Rp262,24 miliar.

Sementara itu, laba bersih kuartal III2015 mencapai Rp 230,63 miliar, naik 19,91% dibandingkan priode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 192,34 miliar.