Bank Berlomba-lomba Penuhi Basel III

Bank Berlomba-lomba Penuhi Basel III

WinNetNews.com - Tahun ini sejumlah bank berencana melakukan aksi korporasi guna memperkuat struktur permodalan.

Direktur Riset Kenta Institute Eric Sugandi mengatakan rencana tersebut didorong oleh beberapa faktor seperti pemenuhan ketentuan Basel III dan keinginan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Lebih karena keharusan dari OJK untuk tambah capital surcharge untuk bank berdampak sistemik yang mulai berlaku per 1 Januari kemarin. Ya aturan OJK ini memang merujuk ke Basel III juga sih," katanya seperti di kutip dari situs Bisnis, Jakarta, Minggu (8/5/2016).

Salah satu bank yang sejak awal tahun sudah mengumumkan rencana tambah modal ialah PT Bank Permata Tbk. Anak usaha Astra International ini bermaksud melakukan penawaran umum terbatas (rights issue).

Direktur Utama Bank Permata Roy Arfandy mengatakan total rights issue yang disetujui oleh pemilik saham ialah sebesar Rp5,5 triliun. Bila terealisasi modal bank berkode emiten BNLI ini bakal bertambah menjadi Rp24 triliun. Ditargetkan kuartal II tahun ini sudah bisa dilakukan.

 

"Kalau terealisasi artinya modal kami bertambah jadi sekitar Rp24 triliun. Kalau bisa dilaksanakan di kuartal II tahun ini juga," ujarnya.

Bank Bukopin Tbk. juga berencana menerbitkan saham baru lewat penawaran saham terbatas.Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi mengatakan saham baru yang akan diterbitkan sebanyak 30% dengan target penerimaan sebagaimana yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) beberapa waktu lalu paling sedikit Rp2 triliun.

"Target minimal Rp2 triliun. Lebih ya bagus. Tapi kan semua tergantung situasi dan kondisi juga," tukasnya.

Glen menambahkan, strategi untuk memperkuat permodalan ini merupakan kebijakan perusahaan karena akan ada beberapa hal yang akan dilakukan tahun ini. Salah satunya yakni memenuhi ketentuan Basel III seperti capital conservation buffer dan countercyclical capital buffer.

Sumber&Foto dari Bisnis, Jakarta