Skip to main content

Bank Danamon Co-Branding Kartu Flazz

Bank Danamon Co-Branding Kartu Flazz
Bank Danamon Co-Branding Kartu Flazz

PT Bank Danamon Indonesia tbk bekerjasama dengan PT Bank Central Asia tbk (BCA) untuk penerbitan kartu prabaya Flazz melalui penandatanganan nota kesepahaman, Rabu (19/8).

Melalui kerjasama tersebut, kedua perusahaan berharap dapat lebih memasyarakatkan dan meningkatkan transaksi non-tunai di Indonesia.

Saat ini, pengguna kartu Flazz BCA telah mencapai 7,7 juta kartu dengan rata-rata transaksi pada semester I tahun ini sekitar 46 juta transaksi pembayaran. Perputaran uang melalui transaksi ini mencapai Rp400 miliar.

Setelah MoU yang dilakukan dengan Danamon, BCA menargetkan pertumbuhan natural. Direktur BCA, Rudy Susanto mengharapkan pertumbuhan penggunaan kartu Flazz bisa dua kali lipat dari semester I. "Kita berharap hampir double lah. Jadi kalau 46 juta transaksi, jadi bisa mencapai 90 juta lebih. Lalu rupiahnya kita harapkan mencapai Rp900an miliar," ujarnya.

Untuk pangsa pasar di Indonesia, kata Susanto, saat ini kartu Flazz masih menempati posisi kedua. "Pemain terbesar cuma dua. Saya dengara-dengar Mandiri memiliki market share mungkin 69%, kita mungkin 27-29%, sisanya bank-bank lain. Kami dengar bank lain lebih fokus di tol. Masing-masing punya kekuatan dan segmentasi," paparnya.

Menurut Susanto, yang terpenting adalah memasyarakatkan masyarakat non-tunai (non-cash society) dengan lebih cepat. Oleh karena itu, dengan adanya kartu prabayar dari bank-bank lain, maka capaiannya akan lebih cepat.

Untuk mempercepat perwujudan non-cash society tersebut, BCA menggunakan strategi pengembangan merchant dan outlet untuk penggunaan kartu prabayar. Saat ini, kata Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja pihaknya telah bekerjasama dengan sekitar 70 ribu merchant dan outlet di 22 kota di Indonesia.

"Apa lagi sekarang transportasi bisa menggunakan Flazz card. Ini bisa meningkatkan volume penggunaan kartu prabayar," kata Jahja.

Yang menjadi kendala untuk penggunaan kartu prabayar saat ini, lanjut Jahja, adalah biaya operasional yang lebih tinggi dari transaksi biasa. Karena transaksi ini membutuhkan dana pembelian kartu bagi masyarakat. "Terutama untuk pemasangan untuk EDC (Electronic Data Capture). Kalau EDC kita udah 60 ribu, bayangkan, kalau ATM cuma 14 ribu mesin," jelasnya.

Adapun dari pihak Danamon, untuk permulaan, akan mengoptimalkan pemasaran kartu Flazz kepada nasabah yang berjumlah sekitar lima juta. Sedangkan untuk target, Danamon berharap pengedaran kartu dapat mencapai 100 ribu.

"Ini baru perjanjian awal. Setelah ini kita akan banyak melakukan kerjasama, mempersiapkan sistem top up, dan semuanya," tukas Michellina Triwardhany, direktur konsumen banking Danamon.

Pengisian saldo

Selain bekerjasama dengan BCA, di momen yang sama, Danamon juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT Rintis Sejahtera. Kerjasama tersebut untuk pengembangan infrastruktur pengisian ulang kartu Flazz melalui ATM Prima.

Dengan kerjasama tersebut, dimaksudkan untuk memudahkan nasabah pengguna kartu Flazz yang menggunakan jaringan Danamon.

Direktur Utama PT Rintis Sejahtera, Iwan Setiawan menyambut baik kerjasama tersebut yang dinilai dapat memberikan layanan terbaik bagi para nasabah. "Saya sangat senang, karena ada 88 ribu akses ATM dari nasabah Danamon melalui Prima di seluruh Indonesia. Selanjutnya, ini juga sebagai dukungan kepada BI mengenai peraturan pembayaran. Ini merupakan kolaborasi yang sangat baik," tukasnya.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top