Bank Mandiri : Targetkan Porsi Kredit UMKM 20%

Muchdi
Muchdi

Bank Mandiri  : Targetkan Porsi Kredit UMKM 20%

JAKARTA - Penyaluran kredit di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) PT Bank Mandiri Tbk terus meningkatkan. Per Agustus 2015, kredit UMKM yang telah disalurkan perseroan mencapai lebih dari Rp 72,2 triliun.

Hingga akhir tahun 2015, bank dengan kode emiten BMRI menargetkan portofolio porsi kredit UMKM lebih dari 20% dari total kredit Bank Mandiri. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rohan Hafas mengatakan, perseroan berusaha menumbuhkan UMKM dengan memperluas jaringan dan mempersiapkan cabang-cabang yang siap melayani usaha mikro kecil dan menengah.

"Di sisi mikro, kami terus memperluas jaringan hingga ke rural area. Melalui langkah ini, dapat menjadi one stop solution bagi pengusaha menengah," kata Rohan melalui pernyataan tertulis yang diterima Jakarta, Senin (21/9).

Rohan menambahkan, Bank Mandiri selalu menyertakan pelaku UMKM yang menjadi mitra binaan perseroan untuk mengenalkan produknya ke masyarakat pada kegiatan-kegiatan berskala nasional maupun internasional.

Seperti pada penyelenggaraan Sail Tomini di Sulawesi Tengah, lanjut Rohan, Bank Mandiri menyertakan dua mitra binaan yang bergerak di sektor industri kreatif dan boga untuk mengikuti expo.

Tujuannya, untuk membantu para mitra binaan dalam memasarkan hasil produksinya sehingga dapat mengembangkan bisnis. "Kami memiliki komitmen untuk mengembangkan UMKM. Jadi, selain memberikan kredit untuk memenuhi kebutuhan dana para pelaku UMKM, kami juga ikut membantu mempertemukan para pelaku UMKM dengan pengguna produksinya," ucap Rohan.

Pada gelaran Sail Tomini, Bank Mandiri juga mendukung kelengkapan fasilitas di kawasan Pantai Kayu Bura, Kabupaten Parigi Moutong seperti membantu pembangunan fasilitas rumah ibadah, Masjid Kayu Bura. Selain itu, Bank Mandiri juga membantu pembangunan 3 fasilitas MCK di Kabupaten Bualemo serta membantu penanaman pohon pelindung.

Sail Tomini sendiri merupakan kegiatan yang diselenggarakan untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata bahari. Acara ini juga dimaksudkan untuk membuat model percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil, serta promosi daerah tujuan wisata nasional dan internasional.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});