Bank Muamalat 'Diselamatkan' Sejuimlah Bank BUMN

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Bank Muamalat 'Diselamatkan' Sejuimlah Bank BUMN Transaksi di Bank Muamalat. [Foto: SWA]

Winnetnews.com - PT Bank Muamalat Tbk (Bank Muamalat) kini tengah dilirik sejumlah bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna menyuntikkan dana ke bank syariah tertua di Indonesia itu. Kabar ini lantaran Ma’ruf Amin yang sempat menjabat Dewan Komisaris Muamalat bakal dilantik sebagai Wakil Presiden (Wapres) periode 2019-2024.

Direktur Keuangan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon Napitupulu menyatakan belum ada arahan dari Kementerian BUMN perihal beberapa bank plat merah yang menyuntikkan dana ke Bank Muamalat.

 “Sejuah ini kami belum tahu, lagi pula bank BUMN ini kan ada empat. Mungkin someday akan diajak bicara juga,” katanya seperti dikuitp Kontan, Minggu (6/10).

Bank dengan bisnis utama di segmen pembiayaan perumahan ini saat ini disebut Nixon tengah menyiapkan spin off Unit Usaha Syariah (UUS). Ditargetkan tahun 2020, perseroan akan melapor kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait mekanisme spin off yang akan dijalankan.

Saat Media Gathering, Jumat (4/10) di Yogyakarta, Nixon menjelaskan perseroan punya tiga opsi terkait spin off UUS. Pertama, spin off akan dilakukan secara mandiri.

“Opsi ini sepertinya tidak akan dijalankan karena dari kalkulasi kami kalau membuat perusahaan baru waktu yang dibutuhkan akan panjang. Sementara dari hitungan kasar kami setidaknya butuh Rp 4,5 triliun hingga Rp 5 triliun untuk menjaga ekspansi Bank Umum Syariah (BUS) yang kami dirikan setidaknya hingga lima tahun setelah spin off,” katanya.

Sedangkan opsi kedua adalah perseroan berencana untuk membeli BUS berukuran kecil yang sudah ada dan kemudian dan kemudian melimpahkan aset UUS perseroan ke BUS tersebut. Sayangnya opsi ini juga kandas.

Menurut Nixon, sejatinya perseroan telah memiliki dua calon BUS untuk digabung dengan UUS perseroan. Namun, perseroan menilai dua calon BUS tersebut tak memiliki kriteria yang ditentukan.

Sementara itu, opsi terakhir adalah kebalikan dari opsi sebelumnya. UUS perseroan akan diakuisisi oleh BUS yang sudah ada. Ini jadi opsi yang paling potensial sebab Nixon bilang, saat ini telah menjalin komunikasi terkait dengan BUS milik bank pelat merah.

“Saya belum bisa bilang siapa BUS yang dimaksud. Yang jelas mereka tertarik dengan portofolio pembiayaan perumahan UUS kami. Dan bagi kami pun mereka punya kapasitas dari aspek pendanaan yang masih jadi tantangan buat kami,” jelas Nixon.

Menampik rumor Ma’ruf Amin pernah menjabat sebagai Dewan Komisaris Bank Muamalat, Komisaris Independen Bank Muamalat, Iggi Achsien menegaskan jika posisi Ma’ruf bukan sebagai Dewan Komisaris, melainkan Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Terlebih, dorongan Ma’ruf Amin terkait beberapa bank BUMN yang masuk ke dalam struktur pemegang saham di Bank Muamalat.

"Kyai Maaruf Amin tidak dalam kapasitas mendorong corporate action. Beliau kan DPS," ujarnya.

Sementara itu, perihal mengenai siapa investor yang bakal masuk ke Bank Muamalat, Iggi menolak untuk berkomentar.

Apa Reaksi Kamu?