(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Bank Muamalat : Terima Suntikan Modal Tahun Depan

Muchdi
Muchdi

Bank Muamalat : Terima Suntikan Modal Tahun Depan

Jakarta - Untuk mendukung ekspansi bisnis perusahaan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bakal menerima suntikan modal pada tahun depan.

Hingga kini rasio kecukupan modal perusahaan berada di posisi sekitar 14 persen ” Ujar Direktur Risk Management & Compliance Bank Muamalat Evi Afiatin. Dengan rancangan ekspansi yang tertera dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2015, Evi menyebut Bank Muamalat membidik pertumbuhan pembiayaan di posisi 10 persen secara tahunan (y-o-y).

Dengan estimasi tersebut, tambah Evi, hingga akhir tahun capital adequacy ratio (CAR) perusahaan akan sebesar 13-14 persen. “CAR 14 persen masih oke, masih di atas yang diminta regulator, tapi pemegang saham memiliki komitmen menambah modal. Mudah-mudahan paling lambat 2016,” ujar Evi, menjawab pertanyaan Bisnis.com, pekan ini.

Hingga kini, sebut Evi, besaran kebutuhan modal tersebut masih dikaji perusahaan. “Tapi pemegang saham komitmen untuk mendukung Muamalat.”

Laporan keuangan Bank Muamalat menunjukkan hingga Juni 2015, perusahaan mencatatkan nilai aset sebesar Rp 55,85 triliun, terkoreksi 10,5 persen dari Rp 62,41 triliun pada akhir tahun lalu. Bank Muamalat juga mencatatkan posisi CAR tergerus 140 bps dari 16,31 persen di Juni 2014 menjadi 14,91 persen di Juni 2015.

Laporan tersebut juga merekam, hingga Juni 2015, bank syariah pertama di Indonesia ini mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 41,37 triliun atau terkoreksi 3,98 persen dari Rp 43,08 triliun di Desember 2014. Pada pertengahan tahun ini, rasio non-performing financing (NPF) gros perusahaan tercatat naik 163 bps dari 3,3 persen pada Juni 2014 menjadi 4,93 persen.

Sementara itu, perusahaan juga telah menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 7 September 2015. Dari rapat tersebut, perusahaan mengangkat dua direksi baru yang bakal efektif menjabat usai lulus dari uji kepatutan dan kelayakan dari Otoritas Jasa Keuangan.

Evi mengungkapkan pemegang saham Bank Muamalat memutuskan mengangkat Hery Syafril selaku Direktur Keuangan menggantikan Hendiarto yang mengundurkan diri. Para pemegang saham juga menunjuk Purnomo B. Soetadi selaku Direktur menggantikan Adrian Asharyanto Gunadi yang juga mengundurkan diri.

Selain mengangkat direksi baru, perusahaan juga menambah jajaran komisarisnya dengan menunjuk Djaja M. Tambunan menjadi Komisaris Independen. Adapun, Djaja pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT ANTAM (Persero) Tbk.

Hingga kini, lanjut Evi, Djaja masih menunggu hasil fit and proper test OJK. “Begitu pula dengan Pak Ayoub Akbar Qadiri,” jelas Evi.

Adapun, per Juni 2015, sebanyak 32,74 persen saham Bank Muamalat dimiliki Islamic Development Bank. Sementara itu, Boubyan Bank, Atwill Holdings Limited, dan National Bank of Kuwait memiliki masing-masing 22 persen, 17,91 persen, dan 8,45 persen saham Bank Muamalat.

Komposisi pemegang saham Bank Muamalat lainnya yakni IDF Investment Foundation 3,48 persen, BMF Holdings Limited 2,84 persen, Abdul Rohim 2,69 persen, M. Rizal Ismael 2,34 persen, Koperasi Perkayuan Apkindo MPI 1,39 persen, dan masyarakat 6,16 persen.

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});