Bank Penyedia Uang Elektronik Akan Kenakan Fee Pembayaran, Masih Nguntungin Gak Ya?
bank penyedia uang elektronik akan kenakan fee pembayaran / foto: istimewa

Bank Penyedia Uang Elektronik Akan Kenakan Fee Pembayaran, Masih Nguntungin Gak Ya?

Jumat, 26 Mei 2017 | 09:35 | kontributor

winnetnews.com - Semakin hari makin banyak orang yang menggunakan uang elektronik untuk bertransaksi. Misalnya untuk pembayaran tiket bus TranJakarta, TOL, Commuterline sampai berbelanja. Namun yang tidak banyak diketahui adalah ternyata bank penerbit uang elektronik selama ini tidak memperoleh fee (biaya transaksi) dari uang elektronik yang mereka terbitkan.

Terkait hal itu, saat ini wacana fee untuk bank penerbit uang elektronik pun sedang digodok dalam 'working committe e-money'. Direncanakan nantinya bank yang menerbitkan uang elektronik akan mendapatkan fee dari merchant yang menggunakan jasa alat pembaca dari bank penyedia.

"Siapa yang investasi di reader itu, mereka lah yang akan mendapatkan fee atau revenue, jadi jika yang memasang reader adalah bank A, maka ada fee yang diberikan oleh bank lain ketika menggunakan reader tersebut," kata Rico Usthavia Frans, Wakil ketua ASPI.

Penggunaan uang elektronik memang mengalami peningkatan. Ini dibuktikan pada periode Desember 2016 pemakainya mencapai 51,2 juta. Sementara pada April 2017 menunjukan angka yang lebih tinggi dari sebelumnya yakni tercatat 57,76 juta pengguna. Sementara itu dari sisi nominal transaksi, per April 2017 tercatat Rp 2.85 triliun. Untuk akhir 2016 tercatat Rp 7.06 triliun.

Uang elektonik banyak dipilih oleh konsumen saat ini lantaran dinilai lebih praktis. Selain itu berbagai keuntungan menarik juga ditawarkan oleh merchant-merchant pengguna jasa uang elektronik. Namun jika bank penyedia uang elektronik nanti mendapatkan fee pembayaran dari merchant, apakah akan berimbas pada kewajiban yang harus dibayarkan oleh konsumen? Apakah nantinya uang elektronik akan tetap menguntungkan penggunannya? Hingga kini belum ada informasi yang menyebutkan secara pasti tentang hal itu.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...