Bank Sentral Eropa Lanjutkan Stimulus Redupkan Harga Emas

Bank Sentral Eropa Lanjutkan Stimulus Redupkan Harga Emas

Jumat, 22 Jan 2016 | 08:14 | Rusmanto
WinNetNews.com - Harga emas jatuh setelah membukukan kenaikan terbesar satu hari dalam dua minggu di hari sebelumnya.

Ini dipicu Bank Sentral Eropa yang kemungkinan melanjutkan pemberian stimulus, akan menyakiti euro dan menahan rebound saham global yang kemudian berdampak ke harga emas.

Melansir laman Reuters, Jumat (22/1/2016), harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi US$ 1.099,70 per ounce, setelah jatuh 0,8 persen menjadi US$ 1.092,15 per ounce.

Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun 0,7 persen menetap di US$ 1.099,20 per ounce.

 

Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan gejolak di pasar keuangan dan kekhawatiran kondisi perekonomian China dan pasar negara berkembang lainnya akan membuat ECB kembali mengkaji kebijakan moneternya pada Maret. Kondisi ini mengulurkan prospek pelonggaran lebih lanjut.

Harga minyak dan pasar ekuitas global rebound, setelah beberapa hari penuh gejolak yang menyapu triliunan dolar nilai aset, meskipun tidak jelas apakah tindakan ini telah berakhir.

"Komentar Draghi tampaknya telah meningkatkan sentimen risiko, dan emas juga menyentuh posisi yang lebih rendah," kata analis ABN Amro Georgette Boele.

Permintaan emas fisik di Asia melambat pekan ini karena kenaikan harga, membatasi pembelian musiman di Cina menjelang liburan Imlek dan memaksa penjual di India untuk menawarkan diskon.

Di antara logam mulia lainnya, platinum naik 0,05 persen menjadi US$ 818,40 per ounce, setelah jatuh ke level terendah 7 tahun di posisi US$ 806,31.

disadur dari situs liputan6

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...