Skip to main content

Bantahan Jessica dan Tanda Tanya Keluarga Mirna

Bantahan Jessica dan Tanda Tanya Keluarga Mirna
Bantahan Jessica dan Tanda Tanya Keluarga Mirna

WinNetNews.com - Berbicara langsung dengan ibunya, Imelda, Jessica Kumala Wongso tetap membantah meracuni temannya, Wayan Mirna Salihin (27). Jessica yang sempat shock saat ditahan ini, sudah dijenguk keluarganya.

"Nggak ada pengakuan seperti itu (saat bertemu Imelda)," kata pengacara Jessica, Yayat Supriatna yang menemani Imelda saat menjenguk di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/2/2016).

Belum ada fakta baru yang didapat dari keterangan Jessica. Yayat juga membantah kabar adanya pemaksaan dari tim penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum saat memeriksa Jessica. "Tidak ada paksaan," sebutnya.

Meski percaya dengan bantahan kliennya dan berulang kali menyinggung alat bukti, namun tim pengacara Jessica masih harus berunding soal upaya praperadilan atas status tersangka Jessica.

Rekaman kamera pengawas CCTV memang jadi petunjuk bagi polisi mengungkap tersangka. Tim pengacara meminta rekaman dibuka namun ditolak penyidik dengan alasan barang bukti akan ditunjukkan saat proses persidangan.

Gerak-gerik Jessica yang lebih dulu berada di kafe memang terpantau CCTV. Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan yang sudah melihat langsung 45 menit tayangan CCTV menyebut Jessica sempat memindahkan gelas kopi meski tidak diketahui apa yang dilakukan Jessica saat posisi gelas berpindah.

"Setelah pelayan datang, dan menaruh minuman, dia memindahkan kopi ke tempat dia, tidak lama kemudian memindahkan lagi ke tempat semula," jelas Edi.

Bantahan Jessica soal keterlibatannya dianggap mengherankan bagi keluarga Mirna. Ayah Mirna, Darmawan Salihin meminta teman sekampus putrinya di Billy Blue College, Sydney, Australia itu bicara jujur.

"Sebenarnya Jessica cukup terus terang saja sama saya kenapa dia bunuh. Salah anak saya apa? Kenapa dia bunuh?," kata Darmawawan.

Baca juga: Ayah Mirna: Anak Saya Salah Apa?

Karena itu Darmawan menuntut permohonan maaf dari Jessica dan keluarganya. "Ya aneh, sebetulnya yang beliin kopi kan dia, harusnya minta maaf kek apa, iya kan? Ya enggak usah apa-apalah, paling enggak minta maaf 'anak saya belikan kopi', tapi ini jadi begini kusut," imbuhnya.

Soal hukuman terhadap pelaku pembunuhan, Darmawan menyerahkannya ke pengadilan. "Tergantung hakim sama jaksa," ujar dia.

Yang pasti bantahan Jessica tidak akan mengganggu kinerja penyidik mengusut tuntas kasus ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Mohammad Iqbal menegaskan penyidik masih menelusuri motif dugaan pembunuhan dari alat bukti yang sudah dipegang.

"Tidak perlu lah tersangka buka motif. Kami tidak mengejar pengakuan," kata Iqbal.

"Kami kuatkan semua alat bukti sehingga nanti semua proses awal bukti sinkron dengan fakta yang ada. Itulah tugas penyidik membuktikan," tegas dia.

Jessica ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (29/1) malam terkait kasus kematian Mirna yang tewas karena racun sianida di es kopi yang diminumnya di Olivier Cafe, Grand Indonesia, Jakpus pada Rabu 6 Januari lalu.

Ia kemudian diamankan oleh Subdit Jatanras Polda Metro Jaya di Hotel Neo kamar 822 pada pukul 07.45 WIB, Sabtu (30/1) dan langsung ditahan malam harinya.

disadur dari situs detik news

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top