Bantu Anaknya Kerjakan PR Matematika, Ibu Ini Alami Serangan Jantung

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Bantu Anaknya Kerjakan PR Matematika, Ibu Ini Alami Serangan Jantung Sumber: Verywell Family

Winnetnews.com - Seorang ibu berusia 36 tahun baru-baru ini dikabarkan mengalami serangan jantung saat membantu anaknya mengerjakan pekerjaan rumah (PR) matematikanya.

Serangan jantung yang mendadak itu terjadi lantaran sang anak sangat sulit sekali untuk mengerti cara menjawab soal, meskipun sudah dijelaskan olehnya.

Dilansir dari Oddity Central, wanita dengan marga Wang ini harus dengan segera dilarikan ke rumah sakit pada Jumat (1/11) lalu karena serangan jantung yang dialaminya, ketika sedang menemani anaknya yang berusia 9 tahun mengerjakan PR. Saat itu, dia sedang menjelaskan sebuah soal matematika kepadanya dan merasa frustasi karena ia tidak juga mengerti.

“Aku menjelaskan kepadanya berulang kali tapi dia tetap tidak paham. Aku sangat marah dan dapat meledak,” ujar Wang. “Tiba-tiba saja, jantungku berdetak dengan sangat kencang dan aku tidak bisa bernapas dengan baik,” imbuhnya.

Untungnya, Wang segera sadar kalau kondisinya tidak baik dan ia segera menelepon suaminya, yang mengantarkannya ke rumah sakit. Dokter pun mendiagnosa kalau ibu muda ini mengalami serangan jantung, dan mengatakan kalau dia beruntung karena segera dibawa ke rumah sakit secepat mungkin.

“Dia menyadarinya di waktu yang tepat. Jika saja terlambat, maka dia bisa mengalami gagal jantung,” kata Dr. Yang Xiaoxue.

Wang mengaku kalau dia sering membantu anaknya mengerjakan pekerjaan rumah dan terkadang merasa jengkel, karena anaknya mengalami kesulitan saat ia sedang menjelaskan. Namun dia tidak pernah membayangkan kalau kemarahannya bisa menyebabkan kesehatannya terganggu.

Dokter yang menangani Wang mengatakan marah dan frustasi memang bisa memicu serangan jantung, namun kemungkinan besar hal itu terjadi karena ada penyebab lain juga. Seperti pola diet yang buruk dan kebiasaan jarang bergerak.

“Hal ini sering terjadi pada orangtua muda. Jika tidak karena pola diet yang tidak seimbang, kemungkinan ini terjadi karena gangguan psikologis. Beberapa pasien yang mengalami masalah ini adalah ibu-ibu muda,” tutur Dr. Xiaoxue.

Apa Reaksi Kamu?