Bantuan Anggaran Jabar Minim, Pemkot Bekasi Minta Bantuan Rp 1 T ke Jakarta

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Bantuan Anggaran Jabar Minim, Pemkot Bekasi Minta Bantuan Rp 1 T ke Jakarta Walikota Bekasi, Rahmat Effendi tengah berbicara di depan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: Era.id)

Winnetnews.com - Usulan kompensasi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan dana kemitraan untuk tahun 2020 menjadi dua opsi bantuan keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi ke Pemerintah Daerah (Pemda) Jakarta. Jumlahnya cukup fantastis, mencapai Rp 1 triliun.

Secara rinci, Kepala Badan Perencanaan Daerah Kota Bekasi, Dinar Faizal Badar menyebutkan, kompensasi yang diusulkan mencapai Rp367 miliar yang nantinya akan digunakan sebagai pemberian uang bau kepada 18 ribu keluarga terdampak TPST Bantargebang. Jumlahnya akan diberikan Rp 900 ribu pertiga bulan sekali.

"Untuk dana kemitraan kami mengusulkan Rp 400-500 miliar," kata Dinar, Selasa (17/9/2019) seperti dilansir Suara.com.

Menurut dia, dana kemitraan ini, untuk kebutuhan pembangunan infrastuktur di luar kawasan Bantargebang, seperti pembangunan jalan dan lainnya. Karena, Kota Bekasi dengan Jakarta sudah sepakat dalam bantuan tersebut. Saat ini, kata dia, usulan tersebut telah disampaikan ke Pemprov Jakarta melalui proposal di bagian Kerja Sama dan Investasi (KSI) Kota Bekasi.

"Belum dapat informasi nilai yang disetujui. Kami masih menunggu dari Jakarta, tapi saya yakin Gubernur Anies akan mengalirkan anggaran kemitraan tersebut," ujarnya.

Berdasarkan data KUAPPS APBD Jakarta menyebut, Kota Bekasi mendapatkan bantuan keuangan pada tahun 2020 senilai Rp406 miliar. Angka itu turun dratis dibandingkan pemberian tahun 2019 senilai Rp 750 miliar.

"Belum bisa menanggapi (turunnya nilai bantuan keuangan), karena belum dapat angkanya," ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan usulan itu sudah diberikan pemerintah beberapa waktu lalu. Hingga kini, pihaknya belum mendapatkan copy bantuan kemitraan untuk tahun 2020.

"Saya belum dapat data copy bantuan hibah dari Jakarta untuk tahun 2020," tukasnya.

Menurut dia, bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jakarta lebih besar dibandingkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Apalagi, bantuan anggaran dari Pemprov Jakarta hampir mencapai Rp1 triliun, tepatnya Rp986 miliar. Angka itu diberikan Jakarta dari tahun 2016-2019.

"Beda kan? Jabar hanya Rp 66 miliar dalam rentang waktu yang sama. Besar mana coba? Bekasi itu mendapatkan perhatian lebih dari Jakarta, makanya lebih baik Bekasi gabung ke Jakarta daripada Jawa Barat," ucapnya.

Perhatian lebih dari Jakarta itu yang membuat Kota Bekasi harus gabung Jakarta. Padahal, kata dia, Jawa Barat sebagai wilayah induk Kota Bekasi seharusnya dapat memberikan kontribusi lebih besar ketimbang Jakarta yang hanya daerah mitra.

Atas bantuan Jakarta tersebut, banyak hal yang dapat dilakukan Kota Bekasi. Mulai dari pembangunan jembatan, flyover, maupun pembangunan infrastruktur.

Apa Reaksi Kamu?