Banyak Orang Indonesia Malas Gerak

Banyak Orang Indonesia Malas Gerak

WinNetNews.com - Banyak orang Indonesia malas gerak. Menurut perwakilan PEROSI, dr. Andi Kurniawan Sp.KO, “Penelitian kami mengungkapkan bahwa masyarakat kita masih minim pengetahuan tentang manfaat bergerak buat kesehatan dan bahaya kurang gerak terhadap risiko penyakit kronis dan kematian.

Suatu fakta yang mengkhawatirkan – karena dengan gaya hidup tidak aktif, maka berpotensi dapat merugikan kesehatan dan kesejahteraan seseorang secara keseluruhan. Kami mendukung kampanye sepertiyang dilakukan Anlene karena menjadi ajakan untuk bertindak bagi masyarakat Indonesia dan mulai melakukan perubahan yang diperlukan melalui aktifitas fisik atau olahraga teratur serta asupan nutrisi yang tepat, termasuk makanan dan minuman berkalsium tinggi, untuk memastikan mereka memiliki tulang kuat dan sehat untuk masa depan yang lebih sehat.”

Survei "Gaya Hidup Sehat dan Aktif" diselenggarakan oleh Perhimpunan Osteporosis Indonesia (PEROSI) bersama PT Fonterra Brands Indonesia pada tahun 2015. Survei ini meneliti lebih lanjut tentang perkembangan gaya hidup sehat dan aktif dari masyarakat Indonesia saat ini.

 

Fakta dari hasil survei tersebut menyatakan bahwa:

Masyarakat Indonesia masih menghabiskanwaktunya selama 10 jam dalam sehari dengan aktifitas sedentari seperti duduk, bekerja di meja, dan menghabiskan waktu berkendaraan

34% orang menganggap bergerak (move) sebagai melakukan kesibukan mereka sehari-hari. Padahal, berdasarkan ilmu kesehatan, seseorang dapat dikatakan bergerak secara aktif pada saat ia berolahraga secara rutin selama kurang lebih 30 menit per hari. Seseorang yang memiliki gaya hidup sibuk bukan berarti bergerak secara aktif karena dalam gaya hidup sibuk tersebut banyakdihabiskan untuk duduk statis.

4 dari 5 orang Indonesia tidak berolahraga secara rutin dengan alasan tidak ada waktu menjadi halangan terbesar bagi mereka.

 

Sebagian besar (87%) dari yang melakukan olahraga rutin hanya karena alasan untuk manfaat penampilan misalnya membantu menurunkan berat badan/ tubuh yang ramping dan ideal, untuk meningkatkan energi dan menstabilkan emosi. Hal ini jauh dari manfaat kesehatan yang sesungguhnya yaitu untuk tubuh yang kuat dan sehat.

Hal yang kontradiktif ditemukan dari survei, dimana 61% orang yang tidak melakukan olahraga teratur ternyata khawatir akan masalah kesehatan tulang.

Tulang yang kuat disadari sebagai pendukung untuk bergerak aktif, tetapi 68% orang yang menganggap tulang sebagai pendukung untuk bergerak aktif tidak menjaga kesehatan tulang mereka dengan berolahraga teratur dan 84% dari mereka tidak mengkonsumsi nutrisi berkalsium tinggi yang sangat dibutuhkan oleh menjaga kesehatan tulang.