Banyak Salah Persepsi, Sandiaga Uno Luruskan Soal Pariwisata Halal
Menparekraf Sandiaga Uno. (Foto: ANTARA/Dewa Wiguna)

Banyak Salah Persepsi, Sandiaga Uno Luruskan Soal Pariwisata Halal

Kamis, 22 Apr 2021 | 12:12 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Menparekraf Sandiaga Uno mengakui masih banyak masyarakat yang salah persepsi dengan rencana pemerintah membangkitkan ekonomi kreatif berbasis pariwisata halal. 

Ia menegaskan bahwa wisata halal yang dimaksud bukan berarti suatu daerah disyariatkan sesuai ajaran Islam. Sandiaga menjelaskan wisata halal lebih kepada  penambahan fasilitas buat pengunjung yang notabene beragama Islam.

"Kemarin waktu ribut-ribut wisata halal, ini ada misperception, kita pengen duduk lagi, cool down supaya pengemasan tambahan servis ini bisa diadopsi. Saya ke Bali sudah lebih banyak waktu, sekarang (Bali) sudah moslem friendly. Mulai dari tempat ibadah, di beberapa spot mesti ditambah tapi makanan halal sudah ada," ujarnya.

Sandiaga juga memastikan wisaya halal bukan berarti pembuatan zonasi yang membagi daerah yang halal dan tidak.

"'Pantai mau disyarikan, itu nggak ada dalam konsepnya, itu nggak pernah ada dalam cetak biru wisata halal," ujarnya.

Menurutnya, wisatawan yang tertarik dengan wisata halal  justru bukan wisatawan dari Timur Tengah.

"Justru yang mencari wisata halal justru Malaysia, Singapura dan wisatawan Nusantara. Nah kalau seperti itu kita bisa petakan, yang mereka cari itu sebenarnya extension of service, tempat makan halal, tempat beribadah yang lebih mudah, wudhu dan musola kecil disiapkan, hotelnya diberikan arah kiblat, mungkin disiapkan Al Quran, sajadah di laci," ujarnya.

Dengan cara pengembangan seperti itu, Sandiaga menyebut muncul sejumlah tempat wisata halal baru di Indonesia, dari yang sebelumnya cuma dikenal di Aceh, Nusa Tenggara Barat, atau Sumatera Barat.

"Tapi juga Kalsel, Jawa Barat, dan Banten, ada juga spot yang memberikan layanan tambahan dan ini jadi secara natural saja berkembang pertumbuhannya tinggi," ujarnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...