Banyak yang Berebutan, Ternyata Segini Gaji Sebagai Wakil Presiden

Banyak yang Berebutan, Ternyata Segini Gaji Sebagai Wakil PresidenSumber foto : Istimewa

Winnetnews.com - Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, perbincangan soal siapa-siapa saja yang bakal maju sebagai calon wakil presiden alias cawapres malah lebih seru ketimbang soal para calon presidennya. Maklum aja, siapa sih yang gak mau jadi orang nomor dua di Indonesia?

Fenomena yang terjadi di dunia politik Indonesia saat ini memang sempat dibilang lucu oleh mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli. Menurutnya, di negara-negara maju, para elit politiknya justru memilih berebut kursi presiden, bukan wapres.

Memang benar sih kalau memantau berita yang beredar belakangan. Malahan ada juga partai yang pengin keluar dari suatu koalisi kalau kadernya gak jadi cawapres. Waduh, kok jadi gini ya.

Sebenarnya apa sih yang dikejar dari jabatan wakil presiden? Apakah posisi ini adalah posisi yang strategis? atau apakah gajinya yang menggiurkan? Kalo soal strategis atau gaknya, kita gak mau komentar deh.

Tapi, bisa dibilang gaji wakil presiden memang besar, ya mirip-mirip bos di perusahaan deh. Tapi apakah besarnya setimpal sama pekerjaan sehari-hari yang dia lakukan?

Sebelum kita bahas tugas wapres, gimana kalau kita bahas dulu berapa sih take home pay Wapres RI. Berikut ulasannya.

Cara menghitung gaji Wakil Presiden Indonesia

Rumus menghitung gaji Wapres RI sama kok dengan cara menghitung gaji presiden. Semuanya sudah tertuang di  UU Nomor 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden.

Disebutkan bahwa gaji Wakil Presiden RI adalah empat kali gaji pokok tertinggi dari pejabat negara, selain wapres dan presiden itu sendiri. Sementara itu menurut UU No. 75 Tahun 2000,  di Pasal 1 disebutkan bahwa gaji tertinggi pejabat negara itu ya Rp 5.040.000.

Kalau Wapres dapat empat kali lebih besar ya tinggal dikalikan saja, Rp 5.040.000 x 4 =Rp 20.160.000. Terlalu sedikit? Tunggu dulu, mereka juga dapat tunjangan lho, dan tunjangannya pun gak kecil.

Menurut Kepres Republik Indonesia No 68 Tahun 2001, tunjangan yang diterima Wapres RI adalah Rp 22 juta. So, take home pay Wapres RI adalah Rp 20.160.000 + Rp 22.000.000 =  Rp 42.160.000.

Gimana tuh, gede gak tuh menurut kamu semua? Rp 42 juta jelas lumayan gede lah. Tapi apakah dengan gaji sebesar itu sesuai dengan tugas seorang Wapres? Berikut adalah deretan tugas seorang wakil presiden di Indonesia.

Tugas Wakil Presiden RI

Mengingat kedudukan seorang presiden di Indonesia adalah sebagai kepala negara dan pemerintahan, maka seorang wapres akan tampil sebagai pembantu presiden.

Lho, bukannya menteri itu juga pembantu presiden? Ya memang, tapi kualitas bantuan yang diberikan wapres ke presiden tentunya berbeda.

Wapres juga memegang kekuasaan eksekutif untuk menjalankan tugas pemerintahan sehari-hari yang telah didelegasikan. Kadang, seorang wapres juga sering menjalankan dinas ke luar negeri lho untuk menghadiri rapat-rapat dengan negara lain.

Lumayan berat sih kalau dipikir-pikir, dan cukup melelahkan. Dan wapres memang jarang banget terlihat di media, bisa jadi karena dia sibuk kerja di balik layar saja.

Fasilitas Wakil Presiden RI

Sebagai pejabat tinggi negara, seorang wapres pasti diberikan fasilitas-fasilitas untuk menunjang kinerja dan mobilitasnya dong. Berikut beberapa fasilitas yang didapat oleh Wapres RI.

1. Rumah dinas

Rumah dinas Wakil Presiden RI bisa kamu temui di Menteng, Jakarta Pusat. Semua tentu tahu bahwasannya Menteng adalah kawasan perumahan elit di pusat kota Jakarta.

Ukuran rumahnya sudah pasti cukup luas, dan biasanya kamu bisa temukan ada tank yang diparkir di dekat rumah tersebut. Ngeri juga ya? Ya wajarlah, itu kan tempat tinggalnya orang nomor dua di Republik Indonesia. Masa iya gak dijaga.

Oh ya, terkait masalah hunian, para mantan presiden dan wapres yang sudah gak lagi menjabat, akan mendapat rumah dari negara. Pak SBY pun mendapatkan rumah yang cukup luas di Kuningan, Jakarta Selatan.

2. Mobil mewah

Selain rumah, sudah pasti wakil presiden juga bakal diberikan sebuah mobil dinas. Mobil dinasnya juga sudah pasti mewah.

Asal kamu tahu, mobil dinas Wapres adalah Mercedes-Benz 600 yang punya bodi anti-peluru. Mobil dinas yang digunakan pak Jusuf Kalla saat ini merupakan produksi 2008, tapi biar kata udah 10 tahun, mesinnya masih bandel. Malah Mercynya Presiden Jokowi sudah pernah mogok satu kali.

Tapi tentu saja, biar awet seperti itu ya mobilnya harus dirawat dengan baik dan benar. Apalagi ini adalah mobil Eropa. Jika perawatannya benar, maka jangan ragukan soal kualitasnya.

Selain itu, istri wakil presiden juga diberikan mobil operasional lho. Jika mobil wapres platnya adalah RI 2, maka istrinya diberikan plat RI 4.

So, seperti itulah gaji, tugas, dan fasilitas yang diterima seorang wakil presiden. Apakah hanya fasilitas-fasilitas dan gaji ini yang lantas membuat para elit politik jadi tertarik jadi wapres?

Kalau emang kayak gitu kenyataannya sih sedih juga ya guys. Semestinya, keinginan seseorang menjadi wapres ya harus didasari karena kecintaan akan negara dan keinginan untuk melayani rakyat.

Ingat lho, pekerjaan ini bukan pekerjaan ringan. Seorang wapres tentunya dituntut kerja keras demi negara.