Banyuwangi Raih Penghargaan Internasional Soal Wisata

Banyuwangi Raih Penghargaan Internasional Soal Wisata

Jumat, 22 Jan 2016 | 10:25 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Kabupaten Banyuwangi berhasil menorehkan prestasi membanggakan bagi dunia pariwisata Indonesia.

Kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini, berhasil meraih penghargaan dari Badan Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (The United Nations World Tourism Organization/UNWTO) dalam ajang "12th UNWTO Awards Forum" di Madrid, Spanyol, Rabu (20/1) malam waktu setempat.

Banyuwangi menyabet UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori ”Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola” dengan mengalahkan nominator lainnya dari Kolombia, Kenya, dan Puerto Rico.

Selain Banyuwangi, juara lainnya datang dari Lithuania untuk kategori ”Inovasi Dunia Usaha”, Nepal untuk ”Inovasi Organisasi Non-Pemerintah”, dan Brazil untuk kategori ”Inovasi Riset dan Teknologi Pariwisata”.

Para juara itu menyisihkan 109 program lainnya dari negara-negara anggota UNWTO di seluruh dunia.

 

Bupati Banyuwangi terpilih, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, penghargaan ini bermakna strategis, terutama dalam mengangkat citra pariwisata Indonesia di mata dunia. Setelah aksi terorisme belum lama ini, lanjut dia, pariwisata Indonesia dikhawatirkan dibayang-bayangi penurunan jumlah kunjungan wisatawan.

"Dengan penghargaan ini, Kementerian Pariwisata dan semua daerah bisa bersama-sama menunjukkan ke dunia bahwa pariwisata Indonesia terus berkembang, tetap aman karena semua stakeholder sama-sama menjaganya,” kata Anas dalam siaran persnya, Kamis (21/1).

Anas memaparkan, dalam lima tahun terakhir, sektor pariwisata di Banyuwangi memang terus menggeliat. Kunjungan wisatawan nusantara melonjak 161 persen dari 651.500 orang (2010) menjadi 1.701.230 orang (2015). Adapun wisatawan mancanegara meningkat 210 persen dari kisaran 13.200 (2010) menjadi 41.000 (2015).

"Data wisatawan ini diverifikasi dari hotel dan pengelola destinasi wisata," papar Anas.

 

Geliat bisnis dan pariwisata juga ditunjukkan lewat lonjakan jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari Banyuwangi yang mencapai 1.308 persen dari hanya 7.826 penumpang (2011) menjadi 110.234 penumpang (2015). Selain itu, kata Anas, Pariwisata juga ikut menggerakkan ekonomi warga.

Pendapatan per kapita Banyuwangi menurut Badan Pusat Statistik (BPS) melonjak 62 persen dari Rp20,8 juta (2010) menjadi Rp33,6 juta per kapita per tahun (2014).

"Ke depan, pariwisata Banyuwangi akan terus berbenah. Saya sendiri mendapat banyak inspirasi setelah bertemu dengan para pelaku pariwisata dunia di ajang yang digelar UNWTO, termasuk berdiskusi dengan Sekjen UNWTO Taleb Rifai,” kata Anas.

Menurut Anas, Banyuwangi mendapat penghargaan UNWTO karena pemerintah daerah dinilai berhasil menggerakkan pariwisata. Banyuwangi menjadikan daerah sebagai "produk" yang mesti dipasarkan potensi wisatanya.

 

"Selain itu, birokrasi menyinergikan semua elemen untuk ikut memasarkan wisata daerah. Ini bagian dari reinventing government di sektor pariwisata,” kata Anas.

Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kempar), Noviendie Makalam, mengatakan, pihaknya bangga dan terpacu semangatnya dengan diraihnya penghargaan bergengsi dunia pariwisata internasional bagi Banyuwangi.

"Ini mengangkat semangat kita bersama untuk menjaga nama pariwisata di mata publik internasional,” kata dia.

Penghargaan yang diberikan ke Banyuwangi di kategori kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan di sektor wisata menunjukkan pentingnya koordinasi dan integrasi pembangunan kepariwisataan di sebuah daerah.

"Banyuwangi berhasil menerapkannya. Dan itu bisa menjadi acuan bagi banyak daerah lain di Indonesia,” kata Noviendi.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...