Bareskrim Mabes Polri Ungkap 80 WNI Jadi Korban Perdagangan Manusia
Konfrensi pers Tindak Pidana Perdagangan Orang/Foto: Zool WNN

Bareskrim Mabes Polri Ungkap 80 WNI Jadi Korban Perdagangan Manusia

Rabu, 17 Mei 2017 | 10:35 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Tak ada yang bisa membantah lagi bahwa tindak pidana perdagangan orang (TPPO) merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM terbesar di dunia. Sebabnya, manusia dijadikan komiditas serupa benda yang hanya dihargai oleh uang semata. Bukan dihargai sesuai kemanusiaannya. Untuk itu, Bareskrim Mabes Polri telah menyiapkan jerat hukum tanpa kompromi kepada oknum dan perusahaan yang menyokong kejahatan ini.

"Masih banyaknya Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) dan Perorangan yg bekerjasama dgn oknum di Kedutaan Saudi Arabia utk mendapatkan visa cleaning service, visa ziarah, visa umroh dan visa kunjungan yang disalahgunakan menjadi TKI untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Ini tentu pelanggaran HAM berat," tegas Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto di Gedung sementara Bareskrim Polri, Rabu (17/05/2017).

Bukan hanya itu, keterlibatan klinik kesehatan yang membantu proses pemberangkatan dengan memberikan persyaratan kesehatan yang tidak memenuhi syarat yang diatur dalam UU Kesehatan, memperlihatkan kelindan dari TPPO ini.

"Jejaring yang berkelindan dan seolah-olah rumit itu kini sudah tak bisa dikompromi lagi. Kami telah menjerat mereka tanpa kompromi yaitu mengusut aset para tersangka, dalam arti menjerat juga melalui regulasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Semua karena ini merupakan masalah kemanusianan, bukan sekedar masalah hukum belaka," katanya.

"Di sisi lain, ada supply and demand yaitu peningkatan kebutuhan TKI bahkan sejak pemberlakuan moratorium gaji TKI Ilegal (TKI kaburan-red) meningkat 2-3 kali lipat. Ini juga jadi bagian perhatian pemerintah menuntaskan TPPO sejenis ini," tambah Ari.

Bareskrim Mabes Polri baru saja menguak Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Sebanyak 80 WNI menjadi korban dari oknum-oknum dan perusahaan-perusahaan yang menjalankan aksi ilegal mereka. Para tersangka berjumlah 10 orang kini telah merasakan deraan hukuman yang menjerat mereka.

Regulasi yang dikenakan kepada 10 tersangka itu yaitu Pasal 4 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau Pasal 102 UU RI No 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan dan Perlindungan TKI ke Luar Negeri serta UU RI Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...