Bareskrim Sebut Kasus Vaksin Palsu Kejahatan Terorganisir

Bareskrim Sebut Kasus Vaksin Palsu Kejahatan Terorganisir

Jumat, 12 Agt 2016 | 11:28 | Zaenal Arifin
 Jakarta, Winnetnews.com -  Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya, mengatakan bahwa kasus peredaran vaksin palsu merupakan kejahatan terorganisir. Pasalnya, setiap tersangka memiliki perannya masing-masing.

"Ada yang berperan sebagai produsen, menyiapkan bahan baku, sebagai distributor dan ada yang perannya menyuplai ke rumah sakit," kata Brigjen Agung Setya dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Agung menilai sulit untuk memberantas tindak kejahatan pemalsuan vaksin palsu, karena ada sebagian masyarakat yang ingin mendapatkan keuntungan besar walaupun harus melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

"Ini salah satu yang sulit. Patuh hukum itu menjadi barang antik bagi kita," katanya.

Hingga kini, jumlah tersangka kasus praktik peredaran vaksin palsu mencapai 25 tersangka.

Dari 25 tersangka kasus vaksin, memiliki peran masing-masing, yakni produsen (enam tersangka), distributor (sembilan tersangka), pengumpul botol (dua tersangka), pencetak label (satu tersangka), bidan (dua tersangka), dan dokter (lima tersangka).

Atas perbuatannya, seluruh tersangka dijerat dengan UU Kesehatan, UU Perlindungan Konsumen, dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...