(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Bawang Merah Jadi Langka, Pemerintah Baru Pun Kalang Kabut

Rike
Rike

Bawang Merah Jadi Langka, Pemerintah Baru Pun Kalang Kabut
WinNetNews.com-Sekretaris Jenderal Asosiasi Bawang Merah Indonesia Ikhwan Arif kecewa sebab pemerintah tak cepat tanggap hadapi persoalan bawang merah. Mereka seperti kalang kabut di saat harga bawang merah tinggi, suplai kurang, dan sebabkan inflasi.

Paling tak empat bulan sebelum adanya kelangkaan, pemerintah harus mengantisipasi fenomena ini supaya masyarakat tak berteriak sebab harga mahal dan pasokan minim.

"Iya kan selama ini begitu. Nunggu sampai langka dulu baru kalang kabut. Untuk saat ini kayak pemadam kebakaran. Paling enggak empat bulan sebelumnya, sebelum ada kelangkaan harus diantisipasi," ungkapnya, Jakarta, Kamis (12/5/2016).Ikhwan pun minta pemerintah melakukan pembenahan tata niaga bawang merah. Jangan seperti sekarang, saat harga tinggi kemudian Bulog menetapkan HPP. Lalu minta petani menjual juga dengan harga patokan Bulog. "Ya susah nyarinya. Toh selama ini petani rugi enggak ada yang bantu," terangnya.

Kendati Indonesia miliki lima sentra tanam bawang merah terbesar: Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan, tapi petani bawang merah perlu diperhatikan. Dengan demikian pola lahan dan pekerjanya bakal memberi dampak positif bagi pasokan bawang merah kepada masyarakat."Karena bawang itu padat karya, untuk menghasilkan tujuh ton bawang saja memerlukan 700 orang kerja. Kalau kita tanam di Kalimantan yang penduduknya sedikit untuk nanam satu ton saja bisa memakan waktu seminggu. Sehingga struktur tanamnya juga perlu kajian dan hanya lahan-lahan tertentu,” tandasnya.

Sumber: sindonews.com

foto:/www.ngopy.com

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});