(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

BCA Gratiskan Biaya Tarik Tunai Antar-Bank Sembari Menunggu Proses Recovery ATM Terdampak Satelit

Gunawan Wibisono
Gunawan Wibisono

BCA Gratiskan Biaya Tarik Tunai Antar-Bank Sembari Menunggu Proses Recovery ATM Terdampak Satelit Foto: Istimewa

WinNetNews.com - Seperti diketahui dimulai dari kemarin, Minggu (27/8/2017) sejumlah ATM bank-bank di Indonesia mengalami masalah. Sampai hari ini pun beberapa masih bermasalah, hal ini disebabkan oleh adanya gangguan di satelit Telkom-1. Salah satu bank yang mengalami gangguan tersebut adalah PT Bank Central Asia (BCA), saat ini, terdapat sekira 5700 ATM yang terdampak dari gangguan satelit ini.

Proses recovery pun saat ini terus dilakukan. Diperkirakan, butuh waktu hingga 3 minggu untuk melakukan recovery dengan menggunakan satelit lainnya. 

Untuk antispasi proses recovery, para nasabah BCA dapat menggunakan ATM dari perbankan lainnya untuk melakukan tarik tunai. Nantinya, BCA akan membebaskan biaya tarik tunai dari pada nasabah hingga 8 September 2017 lalu.

"Dengan switching sekarang juga bisa digunakan di 60 bank. Tapi kenapa (nasabah) tidak mau karena kena Rp7500. Untuk itu kita berikan kebebasan," kata Direktur Utama Jahja Setiaatmadja di Kantor Pusat BCA, Jakarta, Senin (28/8/2017).

Namun, biaya tarik tunai tetap dikenakan kepada nasabah ketika melakukan penarikan tunai antar bank. Namun, biaya yang telah dikenakan ini nantinya akan dikembalikan oleh BCA kepada nasabah di akhir bulan.

"Tapi tidak dibebaskan langsung. Secara sistem untuk yang sudah di debet itu akan di kredit kembali akhir bulan," ungkapnya.

Kebijakan ini hanya berlaku untuk transaksi tarik tunai. Sementara itu, transaksi lainnya seperti transfer atau pengecekan saldo melalui bank lain tetap dikenakan biaya transaksi.

"Kalau untuk transaksi lainnya bisa gunakan mobile apps," ujarnya.

Untuk memberikan layanan bebas biaya tarik tunai antar bank kepada nasabah, BCA pun akan menanggung sejumlah biaya . Diperkirakan, biaya yang diperlukan mencapai Rp50 miliar hingga Rp70 miliar.

"Antara Rp50 miliar sampai Rp70 miliar. Semakin cepat tentu biayanya akan semakin murah," tukasnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});