Beberapa Cara untuk Atasi Bau Badan yang Muncul Tiba-Tiba
ilustrasi

Beberapa Cara untuk Atasi Bau Badan yang Muncul Tiba-Tiba

Jumat, 20 Nov 2020 | 10:25 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Bau badan bisa menjadi mimpi buruk banyak orang. Kondisi dapat dialami oleh pria ataupun wanita. Tapi bau badan kini bukan lagi menjadi masalah besar karena berkembangnya produk-produk deodoran dan antiperspiran yang mudah ditemukan di mana-mana.

Tetapi karena kondisi tubuh orang yang berbeda-beda, Anda bisa saja menghasilkan lebih banyak keringat dibandingkan dengan teman Anda. Sebaliknya, ada juga orang yang produksi keringatnya sangat sedikit sampai tidak memerlukan deodoran dan antiperspiran.

Bagaimana bau badan bisa terjadi?

Keringat dan bau badan dapat terjadi ketika Anda melakukan aktivitas fisik, saat udara panas, atau ketika Anda merasa gugup dan stres. Tubuh memiliki dua jenis kelenjar keringat utama yaitu kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin.

Kelenjar ekrin paling banyak terdapat dalam tubuh dan letaknya dekat dengan permukaan kulit. Sementara kelenjar apokrin banyak terdapat pada bagian folikel rambut seperti misalnya ketiak dan selangkangan.

Ketika suhu tubuh Anda meningkat, kelenjar ekrin akan mengeluarkan cairan yang kita kenal sebagai keringat ke permukaan kulit, keringat ini bertugas mendinginkan suhu tubuh. Keringat yang dikeluarkan kelenjar ekrin terdiri dari air dan garam.

Sementara kelenjar apokrin menghasilkan keringat yang bertekstur lebih berat jika dibandingkan dengan keringat yang dihasilkan kelenjar ekrin. Keringat yang dihasilkan biasanya lebih banyak, terutama ketika Anda mengalami stres emosional. Meskipun cairan keringat yang dihasilkan tidak memiliki bau, tetapi ketika bercampur dengan bakteri yang terdapat di kulit (terutama bagian ketiak dan selangkangan), keringat bisa menimbulkan aroma tubuh yang tidak sedap.

Apa bedanya deodoran dan antiperspirant?

Meskipun sering dikira sama, tetapi sebenarnya kedua jenis produk ini berbeda. Deodoran bekerja dengan cara menyerang bakteri yang bisa menghasilkan bau badan. Tidak jarang deodoran mengandung alkohol atau komponen antibakteri seperti triklosan. Zat ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan  yang membuat bakteri tidak bisa hidup atau berkembang biak.

Menurut U.S. Food and Drug Administration, deodoran diklasifikasikan sebagai kosmetik, berbeda dengan antiperspiran yang diklasifikasikan sebagai obat-obatan. Fungsi utama antiperspirant adalah mencegah munculnya keringat dengan cara membentuk gel dan menyumbat kelenjar keringat.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...