Beberapa Dampak Buruk Akibat Suara Bising Pesawat

Rusmanto
Rusmanto

Beberapa Dampak Buruk Akibat Suara Bising Pesawat ilustrasi
Winnetnews.com -  Tinggal di sekitar bandar udara memudahkan akses Anda untuk ke sana. Namun, suara bising dari pesawat yang lepas landas atau mendarat, pasti mengganggu. Bukan hanya telinga Anda, sering mendengar suara pesawat ini katanya juga bisa menaikkan tekanan darah. Benarkah demikian? Yuk, cari tahu kebenarannya berikut ini.

Benarkah suara pesawat bikin tekanan darah naik?

Tinggal di sekitar bandara atau bekerja di maskapai penerbangan, membuat Anda sering terpapar dengan suara bising pesawat. Entah itu pesawat yang akan lepas landas atau mendarat. Studi telah lama mengamati efek buruk dari suara bising yang dihasilkan oleh pesawat ini, salah satunya pada tekanan darah.

Sebuah studi pada jurnal Noise and Health meneliti hubungan antara kebisingan suara pesawat dengan tekanan darah tinggi. Hasilnya menunjukkan bahwa paparan suara tersebut dalam jangka panjang bisa memicu naiknya tekanan darah pada pria. 

Setelah diteliti lebih jauh, naiknya tekanan darah cenderung lebih mungkin terjadi pada pria berusia kurang dari 55 tahun. Sementara, pria di atas usia 55 tahun, lebih rendah pengaruhnya.

Perbedaan tersebut rupanya disebabkan oleh tingkat sensitivitas telinga. Pria yang berusia kurang dari 55 tahun memiliki pendengaran lebih baik ketimbang pria yang lebih tua.

Namun, apa hubungannya paparan suara bising dengan tekanan darah?

Peneliti sepakat bahwa kebisingan, termasuk suara pesawat, berpotensi memicu respons stres dengan mengaktifkan sistem saraf simpatik dan neuroendokrin yang mengakibatkan tekanan darah naik. 

Sistem saraf simpatik adalah saraf otonom yang berfungsi untuk memacu dan mempercepat kerja organ tubuh, seperti mempercepat detak jantung, kontraksi pembuluh darah, sekresi glukosa dalam hati, dan produksi keringat. Sementara neuroendokrin adalah kelenjar endokrin yang menyimpan dan mengalirkan hormon ke aliran darah.

Saat suara bising bisa mengganggu aktivitas tertentu, sehingga memicu stres. Ketika stres terjadi dalam jangka panjang, tekanan darah yang naik akan meningkatkan risiko hipertensi (tekanan darah tinggi).

Apa Reaksi Kamu?