Beberapa Jenis Diet yang Tidak Direkomendasikan Ahli Nutrisi
ilustrasi

Beberapa Jenis Diet yang Tidak Direkomendasikan Ahli Nutrisi

Sabtu, 1 Mei 2021 | 17:00 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Berkeinginan untuk memiliki tubuh ideal dengan mencoba berbagai jenis diet, tapi berat badan tak kunjung turun? Bisa jadi cara diet yang Anda lakukan salah. Salah satu faktor yang cukup penting adalah perihal kelengkapan nutrisi yang tidak terdapat pada beberapa jenis diet. Hal inilah yang terkadang membuat para ahli gemas.

Pada dasarnya, setiap orang berkeinginan untuk memiliki tubuh ideal demi penampilan yang sedap dipandang mata. Cara yang ampuh untuk menurunkan berat badan yaitu melakukan diet sehat dan olahraga. Tapi coba cek dulu, apakah diet yang Anda lakukan sudah tepat?

Jenis diet yang tak direkomendasikan para ahli

Seperti dilansir dari Prevention, terdapat 5 jenis diet yang bisa berakibat buruk pada tubuh Anda dan dinilai sebagai tipe diet yang tidak baik oleh ahli nutrisi. Berikut ini adalah rinciannya.

1. Diet keto

Diet ketogenik ini merupakan diet dengan rendah karbohidrat. Awalnya, pada tahun 1930-an, diet ini digunakan untuk pengobatan pasien epilepsi. Namun, seiring berjalannya waktu, kemudian jenis diet ini dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan.

Diet ini sifatnya ekstrem, mengingat peran karbohidrat di dalam tubuh Anda digantikan oleh makanan yang tinggi protein serta lemak. Akibatnya, sebagian orang mengalami kondisi sembelit (konstipasi) karena kurangnya konsumsi biji-bijian, buah-buahan dan sayuran yang identik mengandung karbohidrat.

2. Diet golongan darah

Ditemukan oleh Peter D’Adamo, seorang dokter naturophatic yang menulis buku Eat Right for Yout Type, jenis diet ini menuntut konsumsi makanan berdasarkan tipe golongan darah.

Teori yang mendasari terciptanya jenis diet ini adalah anggapan D’Adamo bahwa golongan darah sebagai faktor genetis berpengaruh terhadap banyak proses kerja tubuh dan organ-organ di dalamnya. Hal ini tercantum dalam situs resmi milik D’Adamo, www.dadamo.com.

Sayangnya, makanan yang disarankan untuk dikonsumsi sering kali tidak berdasar pada sumber yang pasti. Tak heran, para ahli medis mempertanyakan relevansi diet jenis ini yang dirasa tidak logis.

3. Diet detoks jus

Dengan mengabaikan asupan gizi lain, jenis diet detoks bisa bikin badan lemas, pusing, sakit perut dan berujung pada pingsan. Pada dasarnya, ketika jus bekerja untuk membersihkan usus besar, yang terjadi adalah proses kolonisasi bakteri tidak berperan baik pada tubuh. Akibatnya, kinerja usus menjadi tidak stabil dan menyebabkan terjadinya keluhan pada pencernaan.

4. Diet cuka apel

Perlu Anda ketahui, efek yang dihasilkan diet cuka apel dapat mengacak-acak nafsu makan Anda. Rasa mual dan sakit perut akibat keasaman cuka kerap dialami para pelaku diet ini. Sebenarnya, mengonsumsi cuka apel boleh-boleh saja, namun jangan dijadikan sebagai asupan utama, melainkan hanya sebagai pelengkap. 

5. Diet slim tea atau teatox

Adalah sebuah ironi ketika mengetahui bahwa slim tea atau teh pelangsing mengandung bahan pencahar yang memaksa tubuh untuk melakukan pembuangan. Lebih mirisnya lagi, minuman tersebut bisa dibeli dengan mudah di pasaran. Hati-hati, Anda bisa mengalami dehidrasi hingga diare!

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...