Beberapa Mitos Terkait Kehamilan yang Tidak Sepenuhnya Benar
istimewa

Beberapa Mitos Terkait Kehamilan yang Tidak Sepenuhnya Benar

Jumat, 7 Jun 2019 | 11:01 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Banyak mitos tentang kehamilan yang berkembang di Indonesia, sebagian besar ibu hamil pun percaya dan mengikutinya. Mulai dari mitos tentang makanan yang harus dihindari ibu hamil, sampai dengan mitos yang berkaitan dengan jenis kelamin bayi yang akan lahir. Ya, mitos merupakan anggapan yang diturunkan dari generasi ke generasi, berkembang di masyarakat, bahkan sebagian dari masyarakat percaya akan mitos tersebut. Kalau yang dibawah ini, mitos atau bukan, ya?

1. “Ibu hamil jangan makan ikan, nanti bayinya amis”

Nah loh, padahal yang kita tahu adalah ikan merupakan sumber protein yang baik bagi tubuh. Tentu mitos ini tidak benar. Ikan mengandung protein, zat besi, dan seng yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Selain itu, ikan juga mengandung asam lemak omega-3, termasuk asam dokoheksanoat (DHA) yang baik bagi perkembangan otak bayi.

Namun, memang ada jenis ikan yang dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil. Jenis ikan yang dilarang dikonsumsi adalah ikan predator yang mengandung merkuri tinggi, seperti ikan hiu, swordfish, king mackerel, dan tilefish. Jenis ikan ini memang jarang terdapat di Indonesia. Bagaimana dengan ikan tuna, sarden, dan salmon? Ikan tuna, sarden, dan salmon juga mengandung merkuri tetapi dalam kadar yang sedikit, sehingga ibu hamil masih diperbolehkan memakannya asal tidak terlalu sering. Jika Anda terlalu sering mengonsumsi ikan yang mengandung kadar merkuri tinggi, merkuri dapat menumpuk dalam darah dan dapat merusak perkembangan otak dan sistem saraf bayi.

2. “Ibu hamil harus sering minum air kelapa”

Kata banyak orang, minum air kelapa saat hamil dapat melancarkan persalinan dan membuat kulit bayi jadi putih bersih. Hal ini adalah mitos. Air kelapa tidak ada hubungannya dengan persalinan dan warna kulit bayi. Proses persalinan dipengaruhi oleh banyak faktor, sedangkan warna kulit bayi ditentukan oleh genetik yang diturunkan dari orangtua.

Namun, memang minum air kelapa pada saat hamil memiliki banyak manfaat karena mengandung banyak zat gizi. Air kelapa mengandung kadar elektrolit yang tinggi, klorida, kalium, dan magnesium, serta mengandung sangat sedikit gula, natrium, dan protein. Air kelapa juga sebagai sumber serat, mangan, kalsium, riboflavin, dan vitamin C.

Minum air kelapa saat hamil dapat mencegah ibu hamil mengalami dehidrasi, mengurangi kelelahan, membantu meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan fungsi ginjal, mencegah infeksi saluran kemih, dan mengurangi tekanan darah tinggi.

3. “Ibu hamil dilarang berhubungan intim”

Ini tidak benar. Ibu hamil masih tetap bisa melakukan hubungan intim jika kondisi kehamilannya sehat dan normal. Berhubungan intim saat hamil tidak akan membahayakan bayi karena kantung ketuban dan otot rahim yang kuat akan melindungi bayi, serta lendir tebal yang menutupi mulut rahim akan menjaga bayi dari serangan infeksi. 

Mungkin Anda akan merasakan bayi bergerak setelah Anda mencapai orgasme, jangan khawatir, ini merupakan reaksi bayi terhadap degup jantung Anda yang meningkat setelah orgasme. 

Bayi tidak mengetahui apa yang terjadi. Selain itu, berhubungan intim saat hamil juga tidak akan memicu melahirkan prematur. Justru, berhubungan intim secara teratur saat hamil dapat mengurangi risiko Anda melahirkan prematur.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...