Beberapa Pilihan Obat untuk Sakit Gigi
ilustrasi

Beberapa Pilihan Obat untuk Sakit Gigi

Sabtu, 17 Okt 2020 | 15:50 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Rasa tidak nyaman yang timbul akibat sakit gigi dapat diatasi dengan obat sakit gigi. Obat sakit gigi pun terdiri dari obat yang dapat ditemukan di apotek dan obat antibiotik yang perlu memperoleh resep dari dokter.

Berbagai pilihan obat sakit gigi di apotek

image0

Kebanyakan obat sakit gigi bisa Anda beli di apotek terdekat tanpa perlu menebus resep dokter. Namun, sebaiknya tetap konsultasi dulu ke dokter gigi untuk mencari obat mana yang paling pas untuk Anda. 

Berikut beberapa pilihan obat sakit gigi yang dapat ditemui di apotek:

1. Hidrogen peroksida 3%

Hidrogen peroksida adalah antiseptik cair yang sering dijadikan obat kumur untuk membunuh bakteri serta kuman penyebab terjadinya masalah gigi dan gusi termasuk sariawan juga radang gusi.

Cukup larutkan hidrogen peroksida dengan air lalu kumur-kumur selama 30 detik. Setelahnya segera buang dan kumur lagi dengan air bersih. Ingat, cairan hidrogen peroksida harus dilarutkan dulu karena bentuk murninya bisa melukai mulut dan gusi.

2. Paracetamol

Paracetamol termasuk obat golongan NSAID (Obat antiinflamasi nonsteroid).

Mengutip hasil studi jurnal Annals of Maxillofacial Surgery, obat ini juga bisa membantu meredakan sakit gigi terutama untuk rasa nyeri  yang terjadi setelah cabut gigi.

Paracetamol bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin di otak sehingga mampu menghentikan rasa sakit. Paracetamol juga dapat menurunkan demam dan meringankan sakit kepala yang sering muncul akibat sakit gigi. 

Obat ini tersedia di Indonesia dalam berbagai merek seperti Panadol, Biogesic, Sumagesic, Bodrex, dan sebagainya. 

Berikut dosis paracetamol untuk mengobati sakit gigi:

  • Orang dewasa: 1000 mg tiap 6-8 jam atau 2 tablet 500 mg diminum tiap 4-6 jam.
  • Anak yang berusia 12 atau lebih: 325-650 mg tiap 4-6 jam atau 1000 mg 3-4 kali sehari. Dosis maksimal harian: 4000 mg/hari
  • Anak berusia lebih dari 6 bulan hingga 12 tahun: 10-15 mg/kg/ dosis tiap 4-6 jam saat diperlukan dan jangan melebihi 5 dosis dalam 24 jam. Total dosis maksimal harian: 75 mg/kg/hari tidak melebihi 3750 mg/hari.

Namun apabila Anda punya alergi atau masalah serius pada hati, Anda tidak dianjurkan untuk meminum paracetamol ini. Pastikan Anda membaca cara pakainya terlebih dulu pada label kemasan.

3. Ibuprofen

Sama seperti paracetamol, ibuprofen juga tergolong NSAID yang bisa menjadi cara mengobati sakit gigi dan masalah penyerta lainnya. Namun, hindari minum ibuprofen saat perut kosong karena akan melukai lambung.

Ibuprofen sebagai obat anti-inflamasi nonsteroid diklaim dapat bekerja dengan baik untuk sakit gigi karena mampu mengurangi masalah peradangan. Hal ini umum terjadi ketika terjadi nyeri pada gigi Anda.

Ibuprofen merupakan jenis obat generik yang tersedia dalam berbagai merk, seperti Brufen, Proris, Arfen, Advil, Motrin, dan masih banyak lagi.

Dosis ibuprofen untuk mengatasi sakit gigi adalah:

  • Orang dewasa dan remaja: Sekitar 200-400 mg setiap 4-6 jam, tergantung dengan kebutuhan dan rasa sakit yang dirasakan. Batas dosis yang paling tinggi adalah 3200 mg/hari (jika mendapatkannya dari resep).
  • Anak di atas 6 bulan:  Dosisnya disesuaikan dengan berat badan. Dosis ini biasanya ditentukan oleh dokter, tetapi biasanya 10 mg/kg setiap 6-8 jam sekali atau 40 mg/kg per hari. Pemberian ibuprofen pada anak-anak sebaiknya di bawah pengawasan dokter.

Obat ini bisa menimbulkan efek samping ringan hingga berat. Beberapa efek samping ringan dari obat ini meliputi mual, muntah, perut kembung, gugup, sakit kepala, telinga berdenging, dan gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare.

Sementara efek samping cukup berat yang perlu diwaspadai adalah nyeri dada, sesak napas, feses berwarna hitam/berdarah, urin berwarna gelap, serta kulit dan mata menguning. Bila rasa sakit sudah hilang, segera hentikan penggunaan obat ini. Sebab, ibuprofen tidak boleh dikonsumsi dalam jangka panjang.

Pastikan Anda selalu membaca petunjuk pemakaian obat beserta dosis yang dianjurkan. Jika Anda mengalami efek samping, segera hentikan pemakaian obat ini dan hubungi dokter.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...