Beberapa Tips Agar Terhindar dari Bau Matahari

Rusmanto
Rusmanto

Beberapa Tips Agar Terhindar dari Bau Matahari ilustrasi
Winnetnews.com - Beraktivitas di bawah sinar matahari memberikan banyak manfaat, mulai dari merangsang produksi vitamin D, meningkatkan mood, hingga menambah energi. Namun, jangan lupa batasi waktunya karena panas yang menyengat disebut-sebut bisa menjadi penyebab tubuh Anda ‘bau matahari’. Benarkah demikian?

Dari mana asalnya ‘bau matahari’?

Istilah ini digunakan untuk menyebut bau badan khas yang tercium setelah seseorang terlalu lama terpapar sinar matahari. Aroma yang satu ini umumnya memiliki ciri khas yang asam, menyengat, dan terkadang apek.

Bagi beberapa orang, bau matahari sering dianggap mirip dengan bau pakaian yang baru diangkat dari jemuran. Meski siapa pun bisa memiliknya, biasanya anak-anaklah yang paling sering mengalami hal ini karena kegemaran mereka bermain di luar rumah.

Bau matahari sebenarnya adalah bau badan yang timbul ketika Anda berkeringat.

Penyebab bau matahari berasal dari gabungan panas, keringat, dan bakteri pada kulit Anda. Panas matahari membuat suhu di sekitar tubuh Anda meningkat. Tubuh pun berusaha menormalkan kembali suhunya dengan memproduksi lebih banyak keringat.

Keringat sebenarnya tidak memiliki bau. Bau badan baru muncul begitu keringat bercampur dengan bakteri yang terdapat pada permukaan kulit Anda. Semakin banyak bakteri pada kulit, semakin kuat pula bau badan yang menguar.

Bau badan yang tidak sedap dan menyengat juga bisa timbul karena Anda memakai pakaian yang kotor atau lembap. Ditambah aktivitas luar rumah yang membuat Anda terpapar panas dalam waktu lama, inilah yang akhirnya membuat Anda memiliki bau matahari.

Apa Reaksi Kamu?