(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Beberapa Tips untuk Merawat Handuk Mandi

Rusmanto
Rusmanto

Beberapa Tips untuk Merawat Handuk Mandi ilustrasi

Winnetnews.com -  Setelah mandi, Anda pasti akan mengeringan badan pakai handuk, ‘kan? Kecuali jika rela pakaian Anda nanti jadi basah. Nah karena handuk selalu bersentuhan langsung dengan kulit, cara memilih dan merawatnya tidak boleh sembarangan, lho! Sudah tahukah Anda bagaimana harus mencucinya dan kapan harus ganti dengan yang baru?

Cara memilih bahan handuk yang tepat

Kebanyakan orang mungkin akan membeli kain yang lembut dan punya warna cantik. Kalau bisa, yang juga memiliki motif menarik. Namun, pertimbangan Anda jangan berhenti sampai di situ saja. Ketika dihadapkan oleh beragam pilihan, pastikan:

  1. Jangan hanya disentuh

    Sebagian besar orang pasti tanpa pikir panjang langsung memilih handuk yang lembut. Meski begitu, masih ada kemungkinan bahwa kain tersebut sudah diberi pelembut lebih dulu selama proses pembuatannya. Hal inilah yang membuat sensasi lembutnya terus bertahan sampai di toko.

    Padahal, sensasi kelembutan itu biasanya tidak akan bertahan lama. Setelah beberapa kali dicuci, Anda akan merasakan tekstur bahan aslinya ternyata tidak sehalus waktu pertama.

    Solusinya, coba periksa label keterangan yang tertera di sisi samping jahitan. Pilihlah kain pengering tubuh yang bertuliskan 100% katun untuk memastikan kain tersebut lembut dan menyerap air dengan sempurna.
     
  2. Tentukan ukurannya

    Handuk tersedia dalam berbagai ukuran berbeda. Nah, yang perlu Anda lakukan adalah menyesuaikan dengan kebutuhan dan ukuran badan.

    Jika badan Anda termasuk besar dan ingin kain tersebut bisa menutupi hampir semua badan, Anda bisa memilih ukuran sedang atau besar.

    Bagi Anda yang hanya mementingkan fungsi penyerapan airnya, cukup pilih yang berukuran kecil saja. Meski kecil, kain itu sudah cukup efektif untuk sekadar mengeringkan tubuh.
     
  3. Cek ketebalannya

    Jangan hanya sekadar dilihat, tapi pegang juga bahan kain tersebut. Coba perhatikan secara seksama bulu-bulu handuknya, apakah tebal atau tipis.

    Kain pengering tubuh yang tebal memiliki banyak bulu-bulu, sehingga tidak memberikan cela bagi Anda untuk melihat dasar permukaannya. Ini membuat kain mampu menyerap banyak air.

    Sebaliknya, bulu-bulu yang pendek biasanya menandakan bahwa kain tersebut tipis dan tidak terlalu efektif menyerap air.
     
  4. Cek jahitannya

    Jahitan yang menyusur di samping handuk merupakan kunci keawetan dan ketahanan bahan. Handuk yang bagus adalah yang memiliki jahitan kuat, tidak ada tanda-tanda benang yang terurai.

    Maka itu, sebaiknya periksa jahitan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membelinya.

Handuk yang dipakai setiap kali habis mandi rentan sekali jadi lembab. Jika tidak dirawat dengan baik, kain pengering tubuh ini diam-diam bisa jadi sarang kuman, lho! Maka jangan digantung di dalam kamar setiap kali habis pakai.

Di antara jadwal pencuciannya, angin-anginkan kain di bawah sinar matahari langsung. Selain untuk mengeringkannya buat dipakai lain kali, menjemur juga sekaligus membunuh bakteri yang bersembunyi di antara serat kainnya.
 

Waktu ideal untuk mencuci handuk

Meski sudah dikeringkan setiap kali habis pakai, handuk yang dipakai berulang kali tetap harus dicuci secara rutin. Sebab bakteri bisa datang dari mana saja dan kemudian bersembunyi di dalam serat bahannya. Bakteri mungkin saja berasal dari air mandi yang diserap berkali-kali, dari badan Anda, atau dari lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, Anda disarankan untuk rutin mencuci handuk setiap 2-3 hari sekali tergantung seberapa sering penggunaannya. Kain pengering yang hanya digunakan sehari sekali dapat digunakan hingga tiga kali sebelum harus dicuci. Sementara jika Anda terbiasa mandi dua kali, cuci kain pengering badan Anda setelah 3-4 kali digunakan.

Namun, perhatikan juga cara mencucinya. Setiap handuk biasanya memiliki aturan perawatan yang tertera pada label. Entah itu harus dicuci dengan air hangat, tidak boleh dicuci dengan mesin cuci, tidak boleh menggunakan terlalu banyak detergen, dan lain sebagainya.

Maka sebelum dimasukkan dalam mesin cuci, baca dulu labelnya. Memerhatikan aturan cuci dan perawatannya bisa membantu memperpanjang usia pakainya.

Terlepas dari seberapa sering Anda mencuci dan merawatnya agar tetap bersih dan wangi, handuk yang usang tetap berisiko memicu penyakit tertentu. Maka, mau tidak mau Anda harus menggantinya dengan yang baru.
 

Bagaimana caranya tahu handuk kesayangan sudah tidak lagi layak pakai? 

Pertama, cek apakah tekstur serat bahannya masih sama seperti waktu pertama kali Anda membelinya. Handuk yang sudah terlalu lama dipakai bisa kehilangan serat bahannya karena sudah terlalu sering dicuci dan dijemur. Semakin sering digunakan, maka daya serap kainnya semakin berkurang.

Kedua, kain pengering tubuh sudah berbau apek dan tidak sedap. Bau tersebut berbeda dengan bau apek yang bisa hilang setelah dicuci. Ketika bau tersebut tidak kunjung hilang walaupun sudah dicuci berkali-kali, ini saat yang tepat untuk membuang dan menggantinya dengan yang baru.

 

 

 

Artikel ini telah tayang di hellosehat.com dengan judul "3 Cara Cerdas Memilih Handuk Mandi, Plus Tips Merawatnya yang Tepat"
 

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});