Beberapa Tips untuk Merawat Pasien Cuci Darah

Rusmanto
Rusmanto

Beberapa Tips untuk Merawat Pasien Cuci Darah ilustrasi
Winnetnews.com - Setiap pasien cuci darah memerlukan perawatan khusus sehingga terkadang mereka juga membutuhkan bantuan dari para anggota keluarganya. Tak hanya dukungan fisik, dukungan emosional juga diperlukan untuk menunjang kesehatannya.

Tips merawat pasien cuci darah

Berikut adalah sederet hal yang bisa Anda lakukan untuk mendukung anggota keluarga yang menjalani cuci darah:

1. Memastikan pasien melakukan kewajibannya

Pasien penyakit gagal ginjal berhak mendapatkan perawatan berupa cuci darah. Akan tetapi, pasien juga memiliki sejumlah kewajiban yang harus dilakukan agar manfaat cuci darah dapat terasa secara optimal. Misalnya:

  • Ikut serta dalam memutuskan jenis perawatan yang cocok untuknya.
  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai petunjuk dokter.
  • Menerapkan anjuran makan dan asupan cairan serta menghindari pantangannya.
  • Menyampaikan kepada tenaga medis terkait apabila obat-obatan tertentu sulit didapatkan.
  • Rutin menjalani cuci darah dan tiba tepat waktu.

Itu sebabnya, sebagai anggota keluarga yang merawat pasien cuci darah, pastikan ia melakukan kewajiban-kewajiban di atas agar pengobatannya dapat berjalan dengan optimal.

2. Mendukung pasien untuk kembali beraktivitas

Salah satu tips ketika merawat pasien cuci darah adalah memotivasinya untuk tetap aktif.

Menjalani perawatan tidak serta-merta membatasi pasien cuci darah dari kegiatan yang disukainya. Jika anggota keluarga Anda menjalani cuci darah, dukunglah ia agar tetap aktif bekerja, berolahraga, atau melakukan hobinya

Pasien mungkin akan merasa kewalahan saat memulai rutinitasnya kembali. Anda dapat membantu pasien dengan membuatkannya jadwal, mengantarnya ke lokasi kerja, atau mendampinginya saat bepergian.

3. Membantu menjaga kebersihan tubuh pasien

Beberapa pasien gagal ginjal menjalani cuci darah dengan metode dialisis peritoneal. Metode ini dilakukan dengan menghubungkan dinding perut pasien ke kantung berisikan campuran mineral, gula, dan air.

Perut pasien biasanya dihubungkan menggunakan tabung kateter. Area pemasangan kateter biasanya rentan mengalami infeksi. Itu sebabnya, membersihkan area tersebut harus Anda lakukan ketika merawat pasien cuci darah.

Anda dapat membersihkannya dengan cara berikut:

  • Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
  • Kenakan masker dan sarung tangan.
  • Lepaskan perban secara perlahan tanpa memindahkan posisi kateter.
  • Gunakan larutan steril untuk membersihkan luka, kateter, dan kulit di sekitarnya.
  • Tutup kembali kateter dengan perban yang baru.

Apa Reaksi Kamu?