Beda Pendapat dengan Anies, KPAI Tegaskan Larang Pelajar Ikut Demo
Foto: Kompas.com

Beda Pendapat dengan Anies, KPAI Tegaskan Larang Pelajar Ikut Demo

Jumat, 16 Okt 2020 | 14:17 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto ikut merespons soal banyaknya pelajar ikut mengikuti demonstrasi menolak UU Cipta Kerja.

Beda dengan Anies yang sebelumnya menganggap tak menjadi masalah pelajar ikut aksi, Susanto menilai demonstrasi rentan menimbulkan hal-hal di luar dugaan sehingga berisiko bagi anak maupun pelajar, apalagi dalam situasi pandemi Covid-19.

"Tak boleh anak dilibatkan dalam demonstrasi. Karena demonstrasi rentan menimbulkan risiko bagi keselamatan anak. Undang-Undang 35 Tahun 2014 Pasal 45B menegaskan bahwa pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat dan orang tua wajib melindungi anak dari perbuatan yang mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang anak," kata Susanto kepada Suara.com, Kamis (15/10).

Oleh karenanya, Susanto pun mengajak seluruh pihak dapat  mendukung anak agar tidak terlibar demo agar anak tumbuh kembang secara optimal dan tidak dilibatkan dalam aktivitas yang rentan membahayakan bagi keamanan dan keselamatan anak.

"Aksi demonstrasi berisiko bagi keselamatan anak-anak sehingga semua pihak perlu mencegah. Selain itu, proses penanganan anak yang terlibat mesti mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak," ujar Susanto.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengutarakan pendapatnya yang tidak mempersoalkan banyak pelajar yang mengikuti aksi demonstrasi belakangan ini. Bahkan menurutnya anak yang peduli dengan permasalahan bangsa adalah hal yang bagus.

Anies mengatakan, justru itu merupakan bukti kepedulian pelajar terhadap permasalahan bangsanya. Ia beranggapan, akan lebih bahaya lagi jika mereka tak mau mengetahui kondisi yang terjadi dengan negara.

"Anak-anak justru dirangsang. Kalau ada anak yang peduli soal bangsanya bagus dong. Kalau tidak peduli bangsanya yang repot," ujar Anies di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/10) malam.

Meski begitu Anies juga menekankan, rasa kepedulian terhadap bangsa itu uga harus diarahkan dengan baik. Caranya melalui pendidikan dan pengajaran dari guru dan orang tua agar tak salah arah.

"Sekarang diarahkan. Diarahkan dengan tugas yang mendidik. Jadi kira-kira mindsetnya begitu. Kalau ada anak yang mau peduli bangsanya kita suka," tuturnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...