Bedakan Antara Rambut Rontok Secara Normal atau Tidak

Bedakan Antara Rambut Rontok Secara Normal atau Tidak

Rontoknya rambut memang menjadi salah satu masalah yang banyak dihadapi kaum wanita. Melihat rambut yang rontok di atas bantal saat bangun tidur dan dilantai kamar mandi saat mandi pasti membuat cemas.

Melansir laman dreamersradio, rata-rata setiap orang mengalami kerontokan rambut sebanyak 60-100 helai setiap harinya. Tapi banyak hal juga yang bisa mempengaruhi kerontokan ini. Misalnya orang yang berambut panjang cenderung lebih banyak mengalami kerontokan dibandingkan yang berambut pendek. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kerontokan berlebih, seperti stres, sakit perut, demam tinggi, dan salah diet.

Jika terjadi hal tersebut, kerontokan parah bisa terjadi selama enam sampai 10 minggu kemudian. Tapi kabar baiknya adalah jika sistem dalam tubuh sudah kembali pulih (dari sakit) dan pandai mengurus diri, rambut akan kembali sehat dan kerontokan pun berkurang, menurut Anabel.

Selain itu, hal lain yang dapat mempengaruhi kerontokan rambut adalah faktor genetik dan paparan bahan-bahan kimia melalui pewarna rambut, catok, dan bleaching, seperti dilansir laman Women's Health Mag.

Dan jika kerontokan rambut terlalu parah dan dalam jangka waktu yang panjang (lebih dari tiga bulan), Anabel menyarankan untuk memeriksakannya ke dermatologis atau trikologis. Karena kerontokan rambut yang parah bisa saja menjadi tanda ada yang bermasalah dalam tubuh, misalnya kekurangan zat besi, vitamin D, vitamin B12, dan komplikasi hipertiroid.