Begini Curhatan  Peter Si Penulis Novel yang Jadi Kutipan Prabowo
Foto:Istimewa

Begini Curhatan Peter Si Penulis Novel yang Jadi Kutipan Prabowo

Jumat, 23 Mar 2018 | 09:08 | Cindy Cesilia

WinNetNews.com-  Pidato Prabowo mengenai Indonesia Bubar di 2030 menjadi perbincangan banyak orang, ketua umum Partai Gerinda itu menghebohkan. " Saudara-saudara. Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030," kata Prabowo dalam video yang di unggah di akun Facebook resmi Gerindra.


Dikutip dari berbagai sumber yang ada, Prabowo juga pernah melontarkan pendapat ini saat berbicara dalam acara bedah buku Nasionalisme, Sosialisme, dan Pragmatisme. Pemikiran Ekonomi Politik Sumitro Djojohadikusumo di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Senin 27 September 2013.

Di tengah pidato itu, Prabowo mengeluarkan tiga buku yang dia beli di luar negeri. Tiga buku tersebut antara lain, Destined for War: Can America and China Escape Thucydides's Trap? karya Graham Allison, War by Other Means: Geoeconomics and Statecraft karya Ambassador Robert D. Blackwill, dan Ghost Fleet karya Peter W. Singer dan August Cole.

Ghost Fleet, merupakan novel berlatar belakang kisah konflik global yang melibatkan China dan Amerika Serikat (AS). Dalam novel tersebut Indonesia dikabarkan runtuh. Sayangnya, tidak jelas apakah musnah atau menjadi negara gagal lainya Uni Soviet.

Sang penulis novel pun akhirnya menjelaskan, lewat akun Twitter pribadinya,  Peter menyebut ini sebagai kejadian tidak terduga.  Ada banyak alur dan perubahan pengalaman yang terduga usai membaca buku tersebut, namun ini mungkin melebihi segala-galanya." tulis Peter.


 

Sumber:Twitter.com/peterwsinger

Sumber:Twitter.com/peterwsinger 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...