Begini Isi Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang Viral  dan  Kontroversi
Foto:Istimewa

Begini Isi Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang Viral dan Kontroversi

Selasa, 3 Apr 2018 | 09:38 | Cindy Cesilia

WinNetNews.com-  Baru-baru ini publik dihebohkan dengan puisi Sukmawati Soekarnoputri yang di dalamnya menyinggung tentang azan dan cadar yang menjadi kontroversi puisi berjudul 'Ibu Indonesia' itu menjadi bahan pembicaraan banyak orang di Indonesia. 

Dikutip dari berbagai sumber yang ada, puisi tersebut dibacakan Sukmawati dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018. Sukmawati diberi kesempatan maju ke panggung dan membacakan Puisi 'Ibu Indonesia' karyanya sendiri.

Kapitra Ampera Pengurus Persaudaraan Alumni 212 mengkritik puisi Sukmawati. Menurut Kapitra yang juga merupakan pengacara Habib Rizieq ini, ada dugaan pelanggaran dalam puisi itu.

"Saya mendapatkan video itu tadi pagi. Sudah saya cermati ada mengenai azan dan cadar, menurut saya ada dugaan kuat mendiskreditkan agama," kata Kapitra Ampera.

Puisi Sukmawati itu pun mendapatkan reaksi dari tokoh agama. Ustaz Felix Siauw bahkan membalas puisi itu dengan membuat puisi berjudul 'Kamu Tak Tahu Syariat'.

"Kalau engkau tak tahu syariat Islam, seharusnya engkau belajar bukan berpuisi, harusnya bertanya bukan malah merangkai kata tanpa arti," kata Ustaz Feliix di akun Facebooknya. 

Dalam puisinya, Felix memang tidak menyebut tentang puisi Sukmawati. Namun poin-poin kunci yang diulas Felix dalam puisinya merupakan hal-hal yang ada di puisi putri proklamator Sukarno itu. 

Sementara itu, adik dari Megawati ini sudah angkat bicara terkait puisnya tersebut. Sukmawati menyebut, puisinya itu merupakan opini dari realita yang ada tanpa bermaksud menyinggung soal masalah SARA.

"Saya nggak ada SARA-nya. Di dalam saya mengarang puisi. Saya sebagai budayawati berperan bukan hanya sebagai Sukmawati saja, namun saya menyelami, menghayati khususnya ibu-ibu di beberapa daerah. Ada yang banyak tidak mengerti syariat Islam, seperti di Indonesia timur di Bali dan daerah lain," jelas Sukmawati.

Menurut Sukmawati, puisi yang ditulisnya menggambarkan realitas di Indonesia. Dia mengatakan apa yang dia sampaikan dalam puisi itu merupakan pendapatnya secara jujur.

"Lho Itu suatu realita, ini tentang Indonesia. Saya nggak ada SARA-nya. Di dalam puisi itu, saya mengarang cerita. Mengarang puisi itu seperti mengarang cerita," lanjut Sukmawati.

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...