Begini Jadinya Kalau Mencharge Daya Hanphone Terlalu Lama

Begini Jadinya Kalau Mencharge Daya Hanphone Terlalu Lama sumber foto : istimewa

WInnetnews.com - Kita pasti sering mendengar orang bilang agar tidak mengisi daya handphone terlalu lama dan cabut jika sudah mencapai 100 persen penuh. Namun pasti banyak dari kita yang suka mengabaikan hal itu entah karena lupa atau ketiduran.

Tapi mulai sekarang ada baiknya supaya kita mendengarkan pernyataan tersebut karena, Dilansir dari laman Time, Ponsel yang berisi lithiom-ion (li-ion) bisa mengisi daya lebih cepat daripada baterai isi ulang biasa.

Itulah mengapa Anda dapat menyambungkan iPhone atau ponsel Android ke pengisi daya, dan setidaknya 80% pengisian terjadi cukup cepat.

Akan tetapi, baterai ponsel pun tidak bertahan lama. Jika dipakai seharian penuh maka baterai akan mulai kehilangan dayanya pada malam hari.

Untuk alasan itu, banyak orang mungkin mengisi daya ponsel mereka dalam semalam. Mereka kemudian mendapati daya 100 persen di pagi hari. Padahal ponsel Anda mungkin hanya membutuhkan satu atau dua jam untuk mencapai 100%.

Menurut manajer komunikasi pemasaran Cadex Electronics , John Bradshaw, "Silakan isi hingga 100%. Tidak perlu khawatir tentang pengisian yang berlebihan karena perangkat modern akan menghentikan muatan dengan benar pada tegangan yang sesuai".

Hal ini lantaran, ponsel berhenti menarik arus dari pengisi daya setelah mencapai 100%.

Edo Campos, juru bicara pembuat baterai Anker menambahkan, "Ponsel pintar modern pintar, artinya mereka telah membangun chip perlindungan yang akan menjaga ponsel agar tidak mengambil lebih banyak muatan daripada yang seharusnya".

Dia menambahkan, jika pengisi daya berkualitas baik juga memiliki chip perlindungan yang mencegah pengisi daya mengeluarkan lebih banyak daya daripada yang dibutuhkan. Misalnya, lanjut dia ketika baterai mencapai 100%, perangkat keras pelindung di dalam ponsel akan menghentikan arus masuk dan pengisi daya akan mati.

Namun yang pasti, meskipun pengisi daya mematikan arus ponsel saat mencapai 100%. Ponsel terus-menerus terpental antara muatan penuh dan sedikit di bawah muatan penuh. Ini dapat mengurangi kapasitas dari waktu ke waktu.

"Li-ion tidak perlu diisi penuh seperti halnya dengan asam timbal, juga tidak diinginkan untuk melakukannya. Bahkan, lebih baik tidak mengisi penuh karena tegangan tinggi menekankan baterai," menurut sebuah artikel dari situs Universitas Baterai Cadex.

Lebih lanjut, Campos mengatakan jika memang pada dasarnya baterai ponsel akan kehilangan performanya setelah bertahun-tahun digunakan. Lalu dengan mengisi ponsel semalaman akan meningkatkan jumlah waktu yang dihabiskan perangkat dengan pengisi daya, sehingga menurunkan kapasitasnya lebih cepat.

Lalu, apa saran pengisian daya yang dimiliki para ahli untuk pemilik ponsel pintar?

Pertama, jangan menunggu sampai ponsel mendekati daya baterai 0% baru mengecasnya, paling tidak dalam kondisi 35% atau 40%. Kemudian, Anda juga harus menjaga ponsel Anda tetap dingin, karena suhu yang lebih tinggi mempercepat hilangnya kapasitas baterai.