Skip to main content

Begini Penjelasan Polda Kalbar Terkait Isu Pontianak Rusuh

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Suhadi/Dokumentasi Polda Kalbar
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Suhadi/Dokumentasi Polda Kalbar

WinNetNews.com - Beredarnya kabar dan video hoax yang menyatakan bahwa Pontianak seolah-olah rusuh, telah mendapat perhatian dari Mabes Polri. Polda Kalimantan Barat, melalui Kabid Humasnya juga membantah. Bantahan itu disampaikan melalui kronologi kejadian berdasarkan keterangan resmi kepada wartawan.

"Pada jam 09.00 Wib di Rumah Radakng (Rumah Adat Dayak) telah dilaksanakan pembukaan Pekan Gawai Dayak ke – 32 yg dihadiri oleh Forkompimda dan utusan dari Malaysia dan Brunei serta tokoh masyarakat dayak sekalimantan," kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Suhadi dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (20/05/2017).

Lalu pada jam 12.30 Wib hingga jam 16.00 Wib telah dilaksanakan kegiatan pawai keliling dalam kota yg berjarak kurang lebih 8 kilometer dengan berjalan kaki dan berkendaraan mobil hias. Kegiatan tersebut diamankan langsung oleh personel TNI maupun Polri dan kegiatan berlangsung aman dan tertib.

"Pada jam 12.30 Wib bertempat di Masjid Mujahidin telah dilaksanakan unjuk rasa damai dari kelompok masa FPI berjumlah kurang lebih 1000 orang dan dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi di Mapolda Kalbar," tambahnya.

Pada jam 15.00 Wib bertempat di ruang coffee morning Polda Kalbar telah dilakukan pertemuan Kapolda Kalbar dengan perwakilan dari pengunjuk rasa sebanyak 15 orang, turut hadir ketua FPI Kalbar Habib Iskandar.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan tuntutan terhadap video pidato Gubernur Kalbar yg telah viral dimedia sosial.

"Selesai melaksanakan pertemuan Kapolda Kalbar melaksanakan press release terkait dengan situasi dan kondisi selama berlangsungnya kegiatan pengaman pawai gawai dayak, pawai unjuk rasa aksi damai bela ulama serta pertemuan dengan 15 perwakilan dari masa pengunjuk rasa," ujarnya.

Kemudian pada jam 16.00 Wib masa pengunjuk rasa membubarkan diri dan kembali kerumah masing-masing dengan pengawalan dari pihak Polda Kalbar.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top