(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Begini Suasana Menegangkan saat Masa Kepung & Teriak 'Ganyang, Bunuh' di Kantor LBH

Rani
Rani

Begini Suasana Menegangkan saat  Masa Kepung & Teriak 'Ganyang, Bunuh' di Kantor LBH

winnetnews.com - Suasana mencengkam dan menegangkan terasa di kantor LBH. Berdasarkan pengakuan dari Ketu Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur, banyak sekali masa yang meneriakan ancaman mengerikan dengan bahasa yang membuat takut dan panik ratusan orang yang berada di dalam gedung tersebut. 

Saat kejadian Isnur sedang tidak berada di dalam gedung, melainkan ia berada di luar gedung untuk mengamati langsung ancaman yang diutarakan masa kepada teman-temannya yang ada di dalam gedung LBH. Menurut Isnur, akibat kejadian tersebut beberapa orang ada yang pingsan dan menurutnya ada laporan korban luka. 

"Suasana sangat mencekam karena teriakan-teriakan ancaman itu sangat mengerikan, bahasanya sudah 'ganyang, bunuh, halal darah'. Kami juga khawatir polisi tidak sanggup menangani karena mereka berupaya melompat-lompat pagar, (lemparan) batu masuk ke dalam, botol-botol masuk ke dalam, ada beberapa kaca gedung yang pecah," kata Isnur ketika dikutip dari laman Detik, Senin (18/9/2017). 

Dia menyesalkan adanya pihak yang memfitnah dan menggerakkan massa sehingga menjadi emosional. Isnur sedih karena massa banyak termakan berita bohong yang menyesatkan tentang acara 'Asik Asik Aksi'.

"Kalau saya melihatnya ada yang menggerakkan, kami mendapat bukti memang ada yang memfitnah, menggerakkan, ada yang menginstruksikan. Massa termakan berita bohong, propaganda yang menyesatkan sehingga berdatangan, ketika di lokasi polisi menjelaskan tidak ada, mereka melihat, mengawasi tidak ada yang mereka (massa) maksud (terkait PKI atau komunis). Ada yang sebagian yang pulang namun ada yang pula melawan (polisi)," tuturnya. 

Pada sore hingga malam tadi, LBH Jakarta dan YLBHI menggelar acara "Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi". Acara itu sebagai bentuk protes atas kegiatan diskusi tentang Sejarah 65 yang dilakukan di Gedung YLBHI, yang dianggap dihentikan paksa oleh pihak Kepolisian. 

Namun, sejumlah massa menduga kegiatan itu terkait PKI atau komunis. Mereka mengepung dan menutup akses keluar Gedung LBH Jakarta. Pihak LBH Jakarta dan kepolisian sudah membantah kegiatan itu terkait PKI atau komunis. Namun, sejumlah massa emosional dan mulai terjadi bentrokan dengan kepolisian.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});