BEI Cabut Suspensi Saham TAXI

BEI Cabut Suspensi Saham TAXI

PT Bursa Efek Indonesia kembali membuka penghentian sementara (suspensi) saham PT Express Transindo Utama Tbk. (TAXI).

Berdasarkan keterangan kepada publik, Kadiv Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy mengatakan saham emiten transportasi itu dapat kembali diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I hari ini, Jumat (2/10/2015).

Pada pagi ini, saham TAXI dibuka stagnan di level Rp298, tetapi terus menguat pada pukul 10.27 WIB sebesar 19,13% atau 57 poin ke Rp355.

Sebelumnya, otoritas bursa itu mengumumkan suspensi saham TAXI karena terjadi penurunan harga hingga 58,61% dari Rp720 per lembar pada 11 September menjadi Rp298 pada 30 September.

Proses akuisisi Express Transindo Utama oleh PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. yang mandek diduga menjadi penyebab anjloknya harga saham TAXI.

Direktur Keuangan Express Group David Santoso mengatakan perseroan tidak mengubah kegiatan operasional apapun yang memicu sentimen negatif di pasar.

David mengungkapkan penurunan drastis harga saham TAXI pada dasarnya di luar kendali perseroan. Namun pihaknya mengakui, secara fundamental, kinerja perusahaan di bawah Grup Rajawali itu, tengah tertekan.

Tekanan itu, a.l. akibat operasi layanan transportasi online yang mengurangi pangsa pasar Express Group meskipun perseroan meyakini bersifat sementara. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang paruh pertama tahun ini hanya Rp32,5 miliar, merosot 58,84% dari periode sama tahun lalu.

Selain itu, perlambatan ekonomi membuat rencana ekspansi perseroan terganjal. "Tapi soal perlambatan ekonomi itu, tidak hanya sektor kami yang kena. Sektor lain, seperti makanan dan minuman, juga kena," ungkap David.

Saratoga April lalu menyatakan telah menandatangani kesepakatan pengambilalihan 1,09 miliar lembar saham TAXI dengan Grup Rajawali. Angka ini merepresentasikan sekitar 51% dari modal disetor PT Rajawali Corpora dan ditempatkan penuh di emiten operator taksi itu (Bisnis, 17/4).

Hingga kini, Saratoga belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai waktu dan nilai transaksi yang akan dilakukan.