BEI Gandeng Indosat dan Trimegah

BEI Gandeng Indosat dan Trimegah

Kamis, 11 Agt 2016 | 15:55 | Muchdi

WinNetNews.com - Indosat Ooredoo bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Trimegah Securities Tbk, kembali menyelenggarakan program kompetisi Indosat Stock Trading Contest (ISTC).

Kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan, terutama investasi saham di pasar modal kepada masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, serta memberikan pengalaman yang bermanfaat.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli mengatakan, pihaknya ingin menanamkan kepada generasi muda bahwa pasar modal merupakan salah satu roda penggerak ekonomi Indonesia.

"Dengan menjadi investor yang aktif di pasar modal, maka kita akan secara tidak langsung membantu perekonomian Indonesia," ujar Alexander di kantornya, seperti di kutip dari situs VIVA, Jakarta di tulis, Kamis 11 Agustus 2016.

ISTC adalah program kompetisi virtual saham bagi generasi muda Indonesia. Kompetisi ini adalah yang kedua kalinya diselenggarakan, setelah sebelumnya sukses menjaring 8.819 calon investor baru pada tahun lalu.

Alex menjelaskan, peserta kompetisi akan mendapatkan edukasi dan melakukan transaksi saham secara virtual terhadap sejumlah saham pilihan yang diperdagangkan di BEI dengan harga saham diperoleh secara realtime.

 

Aplikasi yang digunakan sebagai sarana simulasi kompetisi ISTC peserta adalah hasil kerja sama antara Indosat Ooredoo dengan Trimegah Securities.

Ia mengakui, pihaknya memahami bahwa jumlah investor di Indonesia sampai dengan hari ini belum mencapai satu persen dari total penduduk Indonesia. Meski telah terjadi peningkatan tiap tahunnya, jumlah itu menjadi tantangan bagi pasar modal Indonesia.

"Dengan tingginya tingkat imbal hasil yang dimiliki oleh IHSG (indeks harga saham gabungan) selama 5-10 tahun terakhir, pasar modal seharusnya bisa memberi kontribusi lebih banyak untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Trimegah Securities Stephanus Turangan mengatakan, penyediaan layanan online trading dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan dan praktis dalam transaksi saham bagi nasabah.

Seiring tumbuhnya jumlah investor, tren transaksi online trading saham memang tengah menjadi perhatian pelaku pasar, termasuk bagi perusahaan sekuritas.

“Hadirnya fasilitas online trading juga masih terkendala soal stigma dari masyarakat terhadap pasar modal yang penuh spekulasi dan bukan tempat investasi yang aman. Pandangan inilah yang menjadi tantangan kita untuk mengedukasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal,” kata Stephanus.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...