Belasan Mobil Pengawal Disiagakan untuk Kawal Jenazah Terpidana Mati

Belasan Mobil Pengawal Disiagakan untuk Kawal Jenazah Terpidana Mati

WinNetNews.com - Jelang eksekusi mati di Pulau Nusakambangan, Cilacap, belasan mobil pengawalan dari Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Tengah disiagakan di Dermaga Wijayapura, Kamis (28/7).

Mobil pengawalan dari Unit Patroli Jalan Raya (PRJ) Ditlantas Polda Jateng yang berjumlah 11 mobil, sekitar pukul 07.10 WIB, tiba di tempat penyeberangan khusus menuju Pulau NUsakambangan.

Mobil-mobil itu diparkir di halaman Stasiun Pandu PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Intan yang bersebelahan dengan Dermaga Wijayapura.

Hingga pukul 07.30 WIB, ada 14 mobil pengawalan yang disiagakan di sekitar Dermaga Wijayapura.

Baca juga: Sejumlah Peti Jenazah Sudah Dibawa ke Nusakambangan

Belasan mobil pengawalan itu diduga digunakan untuk mengawal mobil ambulans yang membawa jenazah terpidana mati pascaeksekusi di Pulau Nusakambangan.

Berdasarkan pelaksanaan eksekusi mati sebelumnya, setiap mobil ambulans yang membawa jenazah terpidana mati dikawal satu mobil pengawalan.

Sebelumnya, 17 mobil ambulans yang membawa peti jenazah telah menyeberang ke Pulau Nusakambangan secara bertahap hari ini pukul 06.00 WIB dan 06.30 WIB.

Dengan masuknya mobil ambulans yang membawa peti jenazah ke Pulau Nusakambangan, eksekusi hukuman mati diperkirakan berlangsung Jumat dini hari esok.

 

Perkiraan itu berdasarkan pelaksanaan beberapa eksekusi sebelumnya, mobil ambulans yang membawa peti jenazah masuk ke Pulau Nusakambangan beberapa jam sebelum eksekusi.

14 terpidana mati kasus narkoba telah menempati ruang isolasi di Lapas Batu, Pulau Nusakambangan, sejak Senin (25/7) pukul 22.00 WIB guna menunggu hari H pelaksanaan eksekusi hukuman mati

Hingga saat ini, Kejaksaan Agung belum merilis nama-nama terpidana mati kasus narkoba yang akan dieksekusi dan kapan eksekusi dilaksanakan.

Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, terpidana mati yang telah ditempatkan di ruang isolasi Lapas Batu, antara lain Freddy Budiman (warga negara Indonesia), Merri Utami (Indonesia), Zulfiqar Ali (Pakistan), Gurdip Singh (India), dan Onkonkwo Nonso Kingsley (Nigeria).