Beli Motor Bekas tapi bukan Oplosan

Beli Motor Bekas tapi bukan Oplosan

Salah satunya cek bagian shockbreaker dan kalipernya.

Jakarta - Tak sedikit, masyarakat yang tetap melirik motor bekas sebagai alternatif pilihan kendaraan dengan kocek pas-pasan. Walaupun banyak motor – motor baru di Indonesia dengan beberapa motif. 

Namun, meski membeli motor bekas, kualitas dan kondisi motor haruslah tetap diperhatikan. Sebab, ada saja penjual motor bekas yang nakal dengan mengoplos beberapa potongan tubuh aslinya, demi meraup keuntungan. Kondisi tersebut, tentu merugikan si pembeli.

Hal itu disampaikan Erwin Junia, Owner diler motor bekas Rabel di kawasan Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat. Kata dia, meski berstatus bekas pakai orang lain, ketelitian perlu dilakukan setiap calon konsumen agar tak mendapatkan barang dengan kualitas buruk.

"Ini (oplos) memang kerap terjadi dan sudah bukan menjadi rahasia umum, hal itu dilakukan oknum penjual jahil untuk meraup untung yang berlipat. Sebut saja shockbreaker dan kaliper rem yang sering dioplos, baik motor Yamaha dan Honda," kata Erwin kepada VIVA.

Kata dia, khususnya motor Yamaha dan Honda keluaran terbaru, biasanya bagian shock depan berwarna hitam dan kaliper warna emas. Jadi, kalau warna itu berubah seperti shock menjadi silver dan kaliper jadi hitam, bisa jadi itu dioplos.

“Biasanya oplos pengganti barangnya berasal dari China, yang harganya memang murah. Sedangkan bagian original itu dijual masih mahal,” lanjut Erwin.

Cara lain untuk mengidentifikasi motor itu asli, atau oplosan juga bisa dicek bagian karburatornya. Jika tak tahu cara mengeceknya, ada baiknya motor dilakukan test ride. Jika tak mau mengambil risiko, lebih baik bawa teman yang mengerti mesin.

"Untuk motor pabrikan Honda dan Yamaha, pada bagian velg biasanya menggunakan merek Enkei. Jadi, kalau di luar itu kemungkinan diganti,” kata dia.

Ia juga menganjurkan calon konsumen memerhatikan bagian shockbreaker. Terkadang kondisi bagus dan masih kinclong tidak menjamin shock tersebut masih berfungsi dengan laik. Pastinya, jangan lupa minta jaminan kepada diler. Tetapi, tentu jangan harap jaminan seperti motor baru.