Benarkah Bubble Tea Bahaya Bagi Kesehatan?
ilustrasi

Benarkah Bubble Tea Bahaya Bagi Kesehatan?

Kamis, 12 Mar 2020 | 11:45 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Minuman bubble tea kini banyak menjadi pilihan karena bentuk dan rasanya yang unik. Tak heran jika banyak orang yang menjadikan bubble tea sebagai topping andalan saat membeli minuman. Namun, kini banyak bermunculan rumor mengenai bubble tea yang dikabarkan bahaya bagi kesehatan.

Dikutip melalui Straitstimes, isu ini bermula ketika seorang gadis remaja di Cina dilarikan ke rumah sakit pada 28 Mei lalu, karena mengeluh tak bisa makan dan sembelit. Setelah diperiksa, dokter menemukan adanya butiran bola-bola dalam hasil pindaian CT scan di perut. Jadi apa sebenarnya bahaya bubble tea tersebut benar?

Apa sebenarnya bahan bubble tea?

Sebelum memahami risiko atau bahaya yang mungkin timbul dari bubble tea, maka Anda perlu mengetahui apa sebenarnya bahan pembuatnya. Diketahui melalui WebMD, bubble tea tercipta ketika seorang pemilik kedai di Taiwan tidak sengaja mencampurkan puding tapioka ke dalam es teh miliknya. Rasa unik yang muncul membuat si pemilik kedai menjadikan racikannya sebagai menu baru.

Tak disangka, menu es tapioka yang dibuat karena keisengannya justru laris terjual. Dan kini, bubble tea telah dipadukan pada beragam minuman manis, seperti susu, kopi, sirup rasa, ragam es campur, hingga minuman bersantan.

Bubble tea terbuat dari tepung tapioka (sebagian orang menambahkan tepung terigu) dan dicampur sedikit gula. Untuk membentuk bola-bola, semua bahan dicampur dengan air, diuleni, dibentuk bulan, lalu direbus.

Hal yang perlu diketahui adalah, tapioka mengandung pati resisten yang tidak dapat dicerna tubuh. Itu sebabnya saat memakannya, Anda akan merasa cepat kenyang.

Selama dikonsumsi secara wajar, pati persisten memberikan manfaat bagi usus. Alasannya karena pati menjadi makanan bakteri baik yang memproduksi lapisan lendir pada usus untuk memecah makanan. Namun, risiko masalah atau bahaya akan muncul ketika Anda mengonsumsi bubble tea secara berlebihan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...