Benarkah Debu Bisa Timbulkan Resistensi Antibiotik?
ilustrasi

Benarkah Debu Bisa Timbulkan Resistensi Antibiotik?

Rabu, 26 Feb 2020 | 17:54 | Rusmanto
Winnetnews.com - Tanpa disadari, setiap harinya tubuh terpapar dengan debu, polusi, dan partikel-partikel di udara yang berpotensi membawa penyakit. Berbagai patogen itu  menempel di permukaan kulit dan baju lalu ikut terbawa ketika Anda pulang ke rumah. Nah, ternyata patogen dari luar yang bercampur dengan debu dan partikel-partikel di dalam rumah bisa memunculkan bakteri yang bisa memicu resistensi terhadap antibiotik. Bagaimana penjelasannya?

Debu dapat mengandung bakteri yang memicu resistensi terhadap antibiotik

image0

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim dari Northwestern University memperlihatkan adanya kemungkinan bakteri yang tinggal pada debu dalam rumah dapat menyebarkan gen yang memicu resistensi antibiotik.

Memang, kebanyakan bakteri biasanya tidak berbahaya. Namun, dari studi yang diterbitkan pada Januari 2020 dalam jurnal PLOS Pathogens tersebut, bakteri yang tidak berbahaya bisa memperoleh resistensi antibiotik dengan percampuran bakteri dari luar. Hal tersebut mengakibatkan kuman yang tadinya dapat diobati menjadi kebal terhadap antibiotik konvensional.

Penelitian dilakukan dengan mengambil 40 sampel debu dari berbagai tempat yang memiliki sarana berbeda seperti pusat kebugaran dan tempat rekreasi. Sampel dimasukkan ke dalam kantong plastik steril dan disimpan dalam kamar gelap dengan suhu ruangan.

Sampel debu yang dikumpulkan akan dianalisis melalui pengamatan materi genetik dan ekstraksi kimia. Terlihat bahwa terdapat lebih dari 180 gen dalam debu yang resisten terhadap antibiotik. Peneliti lalu menyelidiki adanya kemungkinan gen untuk berpindah ke bakteri yang lainnya.

Perlu diketahui, bakteri dapat berbagi banyak jenis gen yang berbeda selama bakteri memiliki unsur transposable dalam DNA sebagai penggeraknya. Terdapat unsur bernama integron, plasmid, dan transposon pada bakteri yang mempermudah bit DNA untuk melakukan perjalanan antar-mikroba.

Bakteri berbagi gen dalam dua cara, yaitu dengan pembelahan biner di mana bakteri membelah diri menjadi dua dan dengan transfer gen horizontal, di mana bakteri menduplikasi gen kemudian bertukar salinan dengan bakteri lain.

Namun pergerakan bakteri ke bakteri lainnya tidak selalu terjadi. Pasalnya beberapa kondisi tertentu juga berpengaruh terhadap adanya perpindahan bakteri. Bakteri baru akan membagi gen ketika mengalami tekanan seperti atmosfer ruangan yang kering, kurangnya nutrisi, dan suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Ketika pembagian gen tersebut terjadi, gen dari bakteri debu yang tidak bersifat patogen akan menempel pada kuman yang bersifat patogen dan membuatnya menjadi resisten terhadap antibiotik.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...