Benarkah 'Diet Tidur' Ampuh Turunkan Berat Badan?

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Benarkah 'Diet Tidur' Ampuh Turunkan Berat Badan? Ilustrasi (sumber: pexels)

Winnetnews.com - Berharap bisa menurunkan berat badan dengan cara yang mudah, seperti sering tidur? Ternyata, bisa lho menurunkan berat badan melalui ‘diet tidur’.

Tidur merupakan salah satu faktor terpenting ketika menurunkan berat badan. Cukup dengan memejamkan mata, kegiatan yang mudah ini dapat membantumu untuk membakar lemak tubuh.

Dilansir dari The Sun, semakin sedikit seorang tidur, maka akan semakin bertambah berat badannya. Berikut ini, beberapa alasan kenapa diet tidur dapat membantumu menurunkan berat badan lebih cepat.

Tidur lebih banyak, makan lebih sedikit

Ketika tidak mendapatkan tidur yang cukup, nafsu makan pun akan meningkat. Hal ini terjadi karena adanya dua hormon ghrelin dan leptin. Ghrelin adalah hormon yang memberikan sinyal perut kosong, sedangankan leptin merupakan hormon yang berfungsi memberi tahu otak kalau perut sudah kenyang.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Wisconsin Sleep Cohort Study. Penelitian yang dilakukan pada lebih dari 1.000 orang ini, menemukan mereka yang memiliki jam tidur sedikit memiliki kadar ghrelin 14,9 persen lebih tinggi, dan 15,5 persen kadar leptin lebih rendah daripada mereka yang mendapat tidur cukup.

Selain itu, hormon stres kortisol yang meningkatkan nafsu makan juga lebih tinggi ketika seseorang tidak bisa tidur nyenyak.

Mengatasi hasrat

Kelelahan akibat dan sering melewatkan jam tidur dapat menganggu aktivitas di lobul frontal pada otak yang bertanggung jawab atas pengendalian diri dan pengambilan keputusan. Penelitian menunjukan, bahwa kelelahan dapat menyebabkan seseorang makan lebih banyak junk food, yang tinggi lemak dan kalori.

Sebuah penelitian dilakukan kepada 12 pria di Centre Européen des Sciences du Goût, Dijon, Prancis, yang mengamati efek kurang tidur pada asupan makanan. Hasilnya, ketika partisipan hanya diperbolehkan tidur selama empat jam, asupan kalori mereka meningkat 22 persen. Asupan lemak mereka juga hampir dua kali lipat, jika dibandingkan dengan ketika mereka diizinkan tidur selama delapan jam.

Apa Reaksi Kamu?