Benarkah DPRD Sengaja Persulit Langkah Ahok untuk Maju ke Pilgub 2OI7?

Rani
Rani

Benarkah DPRD Sengaja Persulit Langkah Ahok untuk Maju ke Pilgub 2OI7?

WinNetNews.com - Wakil DPRD DKI Jakarta M Taufik menepis tentang anggapan bahwa DPRD sengaja mempersulit langkah Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) untuk maju ke Pilgub 2017. Ini terkait dengan pembahasan kebijakan umum anggaran dan plafon prioritas anggaran sementara (KUA-PPAS) 2016 yang hingga kini masih berjalan alot di DPRD DKI Jakarta.

DPRD menargetkan APBD 2016 sudah bisa dibuat peraturan daerah (Perda) pada 30 November 2015 mendatang. Namun hingga saat ini KUA-PPAS 2016 belum juga disahkan. Taufik memang mengakui bahwa pembahasan KUA-PPAS 2016 berlangsung cukup alot. Politisi asal Gerindra itu menerangkan ada sejumlah anggaran yang dipangkas dalam KUA-PPAS 2016 dan apabila ditotal nilainya mencapai Rp 10,5 triliun.

Baca juga artikel: Tekad Bulat Ahok Maju di Pilkada 2OI7 DKI Melalui Jalur Independen

Pemangkasan ini merupakan hasil pembahasan hingga ke tingkat satuan II yang telah mereka lakukan dengan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), termasuk dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) selama 1 bulan terakhir.

 

"Sekarang pembahasan KUA-PPAS hasil perubahan. Eksekutif sudah bilang cuma mampu Rp 32 triliun, masa mau dipaksa Rp 37 triliun. Pemotongan itu berdasarkan kesepakatan dengan TAPD," kata Taufik yang WinGamers lansir dari detikcom.

APBD 2016 ditargetkan bisa disahkan menjadi peraturan daerah (Perda) pada 30 November mendatang. Dari hasil pembahasan antara eksekutif dan legislatif, disepakati besaran KUA-PPAS 2016 besarannya menjadi Rp 62,5 triliun. Jumlah tersebut meleset dari jumlah awal yang sebelumnya sebesar Rp 73,08 triliun.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebutkan bahwa dirinya tidak ingin terlalu memusingkan hal tersebut. Menurutnya, bukan tidak mungkin jika sampai dengan batas waktu yang ditargetkan persoalan tersebut belum juga dirampungkan, maka dirinya akan mengeluarkan peraturan gubernur (Pergub) kembali.

Baca juga artikel: Ahok: kadang-kadang sama teman itu begitu, susah. Ini namanya teman ngambek

"Ikuti saja daripada ribut lagi. Tapi kalau ribut, saya Pergub lagi. Enggak apa-apa," tutur Ahok di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (19/10/15).

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});