Benarkah Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung?
ilustrasi

Benarkah Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung?

Minggu, 5 Apr 2020 | 16:55 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Orang-orang sering tidak menyadari berapa jam waktu yang mereka habiskan dengan posisi duduk di satu harinya. Padahal, dampak buruk dari duduk terlalu lama sudah banyak diketahui. Baru-baru ini, sebuah penelitian menambahkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko penyakit jantung pada wanita lanjut usia.

Duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko penyakit jantung

image0

Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia. Sebenarnya, pria dan wanita sama-sama rentan terhadap penyakit jantung. Namun selama 30 tahun belakangan ini, kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, kasus penyakit jantung di Indonesia sendiri lebih banyak ditemukan pada wanita. Persentase keseluruhan wanita yang memiliki penyakit jantung mencapai 1,6 persen, sedangkan pada pria berjumlah 1,3 persen.

Baru-baru ini, sebuah jurnal yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association pun menjadikan risiko penyakit jantung pada wanita sebagai objek penelitiannya.

Penelitian itu mengamati kebiasaan duduk pada wanita pasca-menopause berusia sekitar 55 tahun atau lebih tua yang memiliki berat badan berlebih. Para wanita yang menjadi peserta penelitian itu juga dibagi menjadi dua kelompok etnis, yaitu kelompok Hispanik dan kelompok non-Hispanik.

Nantinya, peserta akan dipasangkan alat yang akan melacak aktivitas mereka selama 14 hari. Selain itu, mereka juga menjalani tes gula darah sebelum dan sesudah penelitian untuk melihat adanya perbedaan hasil yang akan dihubungkan dengan seberapa lama mereka berada dalam posisi duduk.

Ternyata, para wanita yang menghabiskan waktu lebih lama berada dalam posisi duduk menunjukkan hasil tes kesehatan yang lebih buruk dibandingkan dengan wanita yang lebih aktif bergerak.

Para wanita tersebut menunjukkan adanya faktor-faktor yang akan berpengaruh pada meningkatnya risiko penyakit jantung seperti angka BMI dan lingkar pinggang yang lebih besar serta kadar gula darah, insulin, dan trigliserida yang lebih tinggi.

Diketahui juga bahwa kelompok non-Hispanik melakukan kebiasaan duduk yang lebih lama dengan rata-rata lebih dari 9 jam per hari. Sedangkan, durasi rata-rata pada kelompok Hispanik adalah 8,5 jam per hari.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...