Benarkah Gejala Long COVID-19 Bikin Pasien Mencium Bau Tak Sedap?
ilustrasi

Benarkah Gejala Long COVID-19 Bikin Pasien Mencium Bau Tak Sedap?

Selasa, 12 Jan 2021 | 09:00 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Kehilangan kemampuan penciuman atau anosmia menjadi salah satu gejala khas orang yang terinfeksi COVID-19. Pasien yang mengalami anosmia tidak bisa mencium bau-bauan dan sering kali dibarengi dengan hilangnya kemampuan indra perasa. Belakangan pasien COVID-19 melaporkan mencium bau amis ikan, bau belerang, dan beberapa bau tidak sedap. Gejala yang disebut parosmia tersebut terjadi pada pasien-pasien yang mengalami long COVID-19 atau gejala jangka panjang setelah sembuh dari infeksi. 

Mengenal parosmia pada pasien COVID-19

image0

Infeksi COVID-19 dapat menyebabkan gejala jangka panjang atau long COVID, kondisi yang membuat pasien masih tetap merasakan gejala meski telah dinyatakan sembuh. 

Gejala sakit pada bekas pasien COVID-19 ini sudah dibahas dalam sejumlah jurnal ilmiah, beberapa kasus bahkan sudah dilaporkan di banyak media massa. Gejala long COVID yang umumnya terjadi yakni mudah lelah, nyeri sendi, nyeri dada, sesak napas, brain fog atau pikiran berkabut (masalah ingatan dan konsentrasi), masalah penglihatan, bahkan melaporkan kerontokan rambut yang parah. 

Sedangkan parosmia belum lama ini dilaporkan sebagai salah satu dampak jangka panjang COVID-19 yang tidak biasa. Gejala ini menghantui pasien COVID-19 dengan aroma tidak sedap seperti bau amis ikan yang kerap tercium. 

“Gejala ini sangat unik dan sangat aneh. Ada  yang mengatakan mencium bau amis ikan, ada juga yang mencium bau hangus padahal tidak ada asap atau apapun yang terbakar,” kata ahli bedah THT, Prof. Nirmal Kumar.   

Kumar adalah salah satu spesialis pertama yang meneliti kenapa pasien COVID-19 mengalami gejala anosmia pada awal Maret lalu. Ia menyadari ada beberapa pasien yang sembuh dari anosmia atau kemampuan penciumannya telah kembali tapi malah mengalami parosmia. 

Parosmia yang terjadi pada pasien COVID-19 ini adalah kondisi di mana seseorang mengalami halusinasi penciuman. Penderita parosmia mencium aroma yang tidak sesuai dengan kenyataan. 

“Indra penciumannya terdistorsi,” kata Kumar. Tapi sayangnya sebagian besar bau yang dicium adalah bau yang tidak menyenangkan dan tak tertahankan. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...