Benarkah Jakarta akan Tenggelam?
Foto: Bisnis.com

Benarkah Jakarta akan Tenggelam?

Senin, 28 Okt 2019 | 10:58 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Ancaman infiltrasi mengancam wilayah Jakarta, khususnya di wilayah Utara. Inflitrasi sendiri adalah sebuah proses tekanan air laut yang lebih besar dibanding dengan air di daratan.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Suhendra menjelaskan secara geologi bagaimana infiltrasi yang terjadi di Jakarta dan sejumlah fakta yang ada.

Menurut Rudy, Jakarta merupakan cekungan yang batasnya sampai pada wilayah Timur yaitu Tangerang dan Barat yaitu Bekasi sampai kemudian Depok. Cekungan tersebut merupakan bagian dari endapan material vulkanik dan sebagai endapan aluvial.

“Yang bermasalah itu bagian utara Jakarta, wilayah pesisir Jakarta atau Jakarta Utara,” kata Rudy, dilansir dari CNBC Indonesia, Senin (28/10).

Ketika ditanya apakah infiltrasi akan mencapai Monas atau tidak, Rudy berkata bahwa di bawah permukaan Jakarta terdiri dari lapisan pembawa air, serupa lensa-lensa tidak homogen. Dia berkata bahwa ada bagian lensa yang pengambilan air tanah sudah banyak, hal tersebut kemudian akan tersusupi dan akan merembes ke air laut.

“Perihal akan sampai Monas atau tidak, ada beberapa kajian yang perlu kita lakukan. Bagian utara memang suah terinfiltrasi namun sampai saat ini air Monas masih belum asin, termasuk di Kantor Kementerian ESDM,” jelasnya.

Rudy juga berkata jika pemerintah memang fokus menangani persoalan infiltrasi di Jakarta. Ia menyampaikan bahwa pemerintah tengah mendiskusikan pemindahan ibu kota terkait proses infiltrasi. “Terkait pemindahan ibu kota, banyak aspek yang harus dipertimbangkan, bukan hanya masalah ini,” katanya kemudian.

Masih menyoal infiltrasi. Rudi berteori jika terdapat dua hal yang menjadi penyebab. Pertama, terjadi secara alami dari lapisan tanah karena proses pemampatan. Kedua adalah karena adanya pengaruh tektonik. Kedua penyebab ini ada kaitannya dengan aktivitas manusia, misalnya pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan dan gedung. Salah satu contoh pembangunan jalan yang ini adalah kondisi tanah di jalan raya menuju bandara yang menurut Rudy mengalami penurunan.

“Kegiatan manusia turut menyumbang proses infiltrasi. Pembangunan infrastruktur harus diperhatikan secara matang agar tidak mempercepat proses inflitrasi. Izin pengambilan air tanah yang berlebihan juga harus dihindari. Terhadap bangunan, terhadap adanya rob karena lebih rendah dari permukaan air laut dan terjadi genangan karena hujan berlebih,” pungkasnya.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...