(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Benarkah Makanan Pedas Bikin Panjang Umur?

Nadia Chevina
Nadia Chevina

Benarkah Makanan Pedas Bikin Panjang Umur?

Rutin mengonsumsi cabai atau sumber makanan pedas lainnya dapat menurunkan risiko kematian dini, itulah hasil studi terbaru.

Melansir laman kompas, penelitian ini berdasarkan analisa makanan yang dilakukan bertahun-tahun. Hasilnya menemukan, bahwa orang dewasa yang melaporkan mengonsumsi makanan pedas, seperti cabai segar ataupun cabai kering, setidaknya tiga hari dalam satu minggu memiliki risiko lebih rendah terhadap kematian selama periode studi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi makanan pedas kurang dari sekali dalam seminggu.

“Penemuan ini sangat simpel,” ujar pimpinan penulis studi Dr. Lu Qi, profesor kedokteran di Harvard Medical School, Boston. “Jika Anda makan lebih banyak makanan pedas, ini akan lebih baik bagi kesehatan Anda dan menurunkan risiko kematian, terutama yang berkaitan dengan kanker dan penyakita jantung.

Namun, penulis studi mengingatkan bahwa investigasi mereka tidak memungkinkan untuk menarik garis langsung sebab akibat antara konsumsi makanan pedas dan menurunnya risiko kematian. Mereka hanya bisa menemukan hubungan antara faktor-faktor ini. Qi dan rekan-rekannya telah menerbitkan temuan mereka di The BMJ pada 4 Agustus lalu.

Antara 2004-2008, penulis studi memimpin melakukan survei terkait makanan dan sejarah kesehatan sekitar 199.000 pria dan 288.000 wanita dari 10 wilayah berbeda di China. Para partisipan berusia antara 30-79 tahun.

Mereka yang memiliki riwayat kanker, penyakit jantung atau stroke dikeluarkan dari penelitian. Dalam waktu tujuh tahun, lebih dari 20.000 peserta meninggal dunia.

Tim peneliti tidak menghitung persis berapa banyak rempah-rempah yang dimasukkan ke dalam makanan setiap orang. Tapi para peneliti menemukan, bahwa makanan pedas setidaknya sekali atau dua kali dalam seminggu memiliki kaitan dengan penurunan 10 persen seluruh risiko kematian selama penelitian, dibandingan dengan mengonsumsinya kurang dari sekali seminggu. Bahkan, makan makanan pedas antara tiga hingga tujuh dari dalam seminggu terlihat dapat menurunkan kematian sebanyak 14 persen, menurut laporan peneliti.

Cabai segar yang paling umum dipilih sebagai sumber makanan pedas, secara spesifik dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap kematian yang disebabkan oleh kanker, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

Temuan ini berlaku bagi semua jenis kelamin dan bahkan pada perbedaan usia, pendidikan, pola menetap, dan status pernikahan. Namun, efek perlindungan dari rempah-rempah pedas ditemukan berpengaruh lebih besar pada mereka yang tidak mengonsumsi alkohol.

Qi menjelaskan, dari penelitian sebelumnya yang dilakukan pada hewan, komponen yang terkandung di dalam rempah-rempah dapat meningkatkan kadar Kolesterol, menjaga bakteri sehat dalam usus, mengendalikan peradangan, dan mengurangi stres.

Sedangkan, Lona Sandon ahli gizi dan profesor nutrisi klini di University of Texas Southwestern Medical Center di Dallas, tidak meragukan manfaat kesehatan cabai dan sumber makanan pedas lainnya.

“Kita tahu bahwa rempah-rempah yang tinggi antioksidan dapat melindungi tubuhd ari serangan kanker dan penyakit jantung,” ujarnya. Rempah-rempah telah digunakan selama bertahun-tahun dalam praktik pengobatan tradisional untuk menyembuhkan atau mengobati berbagai penyakit.

Sandon menambahkan, kandungan capsaicin sudah diketahui dapat membantu mengatasi peradangan. Selain itu, cabai juga sumber vitamin C yang bisa menjadi agen pelawan kanker.

Meski penelitian ini belum menemukan hubungan langsung antara makanan pedas dengan menurunnya risiko kematian, menurut Sandon, dengan kandungan dan manfaat yang dimiliki oleh sumber makanan pedas seperti cabai, tak perlu ragu untuk mengonsumsinya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});