Benarkah Millenial Mampu Bawa Banyak Perubahan di Pemerintahan?
Sumber: Manadoline.com

Benarkah Millenial Mampu Bawa Banyak Perubahan di Pemerintahan?

Sabtu, 15 Feb 2020 | 11:45 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Masuknya anak muda atau milenial dalam periode ke dua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Widodo), membawa angin baru yang mungkin berbeda dengan metode konservatif selama ini.

Meski tergolong muda, adakalanya generasi millenial dapat memberi perubahan yang positif dan melengkapi metode yang selama ini dilakukan.

Melansir Indozone.id, seperti diketahui ada tiga sosok milenial mewarnai Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 yang dibentuk Presiden Joko Widodo.

Setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (35) menjadi satu-satunya milenial di kabinet Jokowi. ada dua orang lagi yakni Jerry Sambuaga (34) dan Angela Tanoesoedibjo (32).

Jerry Sambuaga menjadi Wakil Menteri Perdagangan, sementara Angela Tanoesoedibjo menjadi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Menyikapi masuknya milenial ke dalam pemerintahan, ternyata dianggap hal yang positif bagi psikolog meskipun dalam 100 hari kerja belakangan, banyak yang menjadi sorotan, karena adanya beban mental dan ekspektasi tinggi dari publik.

"Untuk masuk dalam pemerintahan tentunya ada beban mental tersendiri baik muda maupun senior. Hal ini wajar aja karena tuntutan dalam pemerintahan adalah untuk meningkatkan kehidupan masyarakat agar dapat menjadi lebih baik. Tanggung jawab yang di tuntut juga besar karena itu perlu persiapan mental juga dalam melaksanakan tugas," terang Psikolog Erna Marina, Jum’at (14/2/2020).

Menurut Erna, Anak muda perlu tetap percaya diri namun mempunyai kerendahan hati untuk belajar hal-hal yang baru bagi mereka. Pengalaman dari senior perlu diperhatikan untuk melengkapi apa yang sudah ada dan bukan merubah tanpa visi yang jelas

"Pengetahuan anak muda, terutama di bidang digital, sangat diperlukan. Mengingat zaman sekarang lebih ke era digital. Anak muda di harapkan dapat membantu dan memberi kontribusi yang positif untuk menggerakkan masyarakat muda menggunakan teknologi dengan bijaksana," jelas Erna.

Bagi Erna, para milenial kini memang dituntut harus bisa memacu kemampuannya ke batas maksimal karena sengitnya persaingan.

Untuk masuk dalam persaingan dunia kerja, terutama masuk kancah nasional ataupun internasional, sangat diperlukan sikap kerja yang sigap, integritas yang baik serta kemampuan sosialiasi yang baik.

"Kemampuan baik mutlak diperlukan untuk bersaing. Meskipun demikian jika hanya kemampuan saja yang baik namun aspek kerja lainnya kurang, maka semuanya akan menjadi tidak optimal," katanya.

"Sosialiasi juga merupakan syarat mutlak karena anak muda harus mampu menempatkan diri di semua lingkungan dan usia rekan kerja. Menghormati senior dan kemampuan komunikasi yang baik sangat di perlukan agak tidak terjadi gesekan dalam kerjasama di tim," pungkasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...