Benarkah Obesitas Rentan Terhadap COVID-19?
ilustrasi

Benarkah Obesitas Rentan Terhadap COVID-19?

Rabu, 18 Nov 2020 | 14:28 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Indonesia punya dua masalah kesehatan yang berkebalikan (double burden), yaitu kurang gizi termasuk stunting, dan obesitas alias kegemukan. Di antara keduanya, yang paling menjadi sorotan selama pandemi COVID-19 adalah obesitas.

Obesitas dituding bisa memperparah COVID-19 lewat penyakit penyerta yang ditimbulkannya, seperti penyakit jantung dan diabetes.

Hal tersebut pula yang disinyalir menjadi biang keladi tingginya angka kematian akibat virus corona di Amerika Serikat, mengingat lebih dari 107 juta warga dewasa setempat mengalami kelebihan berat badan.

Terbaru Tentang Obesitas dan COVID-19

image0

Dilansir Live Science, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan, 73 persen tenaga kesehatan yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 ternyata mengalami obesitas.

Hal yang lebih mengejutkan lagi, ada dugaan bahwa obesitas dapat mengganggu efektivitas vaksin COVID-19.

Pasalnya, orang dengan kondisi berat badan di atas normal memiliki peradangan kronis di dalam tubuhnya.

Peradangan akibat obesitas disebabkan oleh jaringan adiposa atau lemak di perut, termasuk pada organ hati dan organ lainnya.

Ketika vaksin dimasukkan, peradangan tersebut mengganggu respons kekebalan terhadap banyak jenis vaksin.

Respons tumpul itu pertama kali diteliti tahun 1985. Seorang pegawai rumah sakit yang obesitas kala itu mendapatkan vaksin hepatitis B. Sebelas bulan kemudian, perlindungan dari vaksin tersebut menurun.

Sedangkan, pada orang yang berat badannya normal, penurunan perlindungan dari vaksin tidak terjadi secepat itu.

Atas dasar itulah, obesitas dianggap sebagai masalah global yang serius. Bukan cuma memicu timbulnya penyakit kronis, kegemukan yang parah juga disebut bisa menurunkan efektivitas vaksin.

Tidak berhenti di situ. Dokter spesialis obesitas di University of Virginia Health System juga mengatakan, orang obesitas lebih rentan kena COVID-19 ketimbang orang yang berat badannya ideal.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...