Benarkah Pikun Bisa Jadi Gejala COVID-19?
ilustrasi

Benarkah Pikun Bisa Jadi Gejala COVID-19?

Sabtu, 17 Okt 2020 | 21:40 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Saat seseorang terinfeksi Corona, berbagai gejala khas mulai dirasakan pasien tersebut. Mulai dari batuk, demam, dan gejala khas lainnya.

Namun, pada pasien yang berusia lanjut atau lansia gejala yang muncul justru berbeda. Gejala yang terlihat lebih mengacu pada perubahan perilaku.

Staf Medis Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr Soedjono mengatakan pasien lansia yang ia tangani justru tidak menunjukkan gejala khas COVID-19 di awal pemeriksaan.

"Kalau lansia ini biasanya hanya kehilangan nafsu makan saja, tidak khas sama sekali tahu-tahu mereka sudah positif," jelasnya dalam siaran langsung melalui kanal YouTube BNPB, beberapa waktu lalu.

Dokter Soedjono mengatakan, perubahan perilaku yang dialami para pasien lansia ini juga bisa disertai dengan pikun. Hal ini bisa menandakan bahwa adanya penyakit berat di belakangnya.

Ia memberikan beberapa contoh perubahan perilaku yang bisa muncul, seperti yang tenang menjadi agresif hingga menolak untuk mengikuti rutinitas keseharian.

Selain itu, Ketua SMF Pulmonologi RSPI Sulianti Saroso dr Adrian Rusli mengatakan banyak juga pasien yang tidak mengalami gejala penyakit pernapasan sama sekali.

"Misalnya saja leukositnya tidak tinggi, tetapi merasa panas," ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ahli Sebut Pikun Bisa Jadi Gejala COVID-19"

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...