(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Benarkah Setya Novanto Pencatut Nama Presiden?

Rani
Rani

Benarkah Setya Novanto Pencatut Nama Presiden?
WinNEtNews.com - Diduga ketua DPR Setya Novanto adalah aktor di balik skandal freeport yang disebut oleh Menteri ESDM, Sudirman Said sebagai 'Politkus kuat' yang mencatut nama Presiden dan Wapres.

Sebelum transkrip pembicaraan itu tersebar di media, Setya Novanto yang dikonfirmasi berkali-kali oleh wartawan tentang isu pencatutan nama ini, selalu bertahan dengan jawabannya yakni tidak pernah melakukan pencatutan.

"Yang jelas saya selaku pimpinan DPR tidak pernah untuk bawa-bawa nama presiden atau mencatut nama presiden," kata Novanto, Senin (16/11/15).

Mengenai nama Novanto yang diduga jadi pencatut nama Presiden, terungkap dalam wawancara presenter Metro TV Najwa Shihab dengan Sudirman Said senin (16/11/15) petang. Dalam wawancara tersebut, Najwa menunjukkan foto surat laporan Sudirman ke MKD dan menunjukkan nama Setya Novanto sebagai pihak terlapor. Sudirman membenarkan surat tersebut adalah laporan yang dibuatnya.

"Di situ ada kop surat kementerian, ada paraf saya. Saya kira ya ini laporan yang saya bikin," ungkap Sudirman membenarkan.

"Di sini disebutkan laporan tidak terpuji saudara Setya Novanto," kata Najwa.

"Saya sebagai Menteri ESDM, hal-hal sebagai berikut melaporkan, ya itu isi laporan saya kepada MKD," ujar Sudirman.

Baca juga artikel: Isi Transkip Pembicaraan Skandal Freeport

Sementara itu, pagi ini Novanto memberikan klarifikasinya tentang dugaan dirinya terlibat dalam kasus pencatutan itu, Selasa (17/11/15), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

"Yang pertama tentu saya melihat di media bahwa saya membawa atau mencatut nama presiden. Tapi yang jelas Presiden, Wapres adalah simbol negara yang harus kita hormati dan juga harus kita lindungi," kata Novanto dengan mata berkaca-kaca bersama raut wajah kesedihan.

"Presiden dan wapres sangat perhatian khususnya yang berkaitan dengan masalah bagi hasil dan CSR yang khusus untuk kepentingan rakyat dan khususnya rakyat Papua," ucap politikus Partai Golkar itu.

"Kita tidak akan membawa nama-nama yang bersangkutan dan tentu saya harus berhati-hati, dan harus menyampaikan secara jelas apa yang telah disampaikan presiden kepada saya. Bahwa apa yang jadi kepentingan rakyat, tentu ini menjadi hal yang harus saya sampaikan" ungkap Novanto.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});